USULAN PERBAIKAN PROSES PENGECORAN RUMAH LAMPU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIX SIGMA UNTUK MEMINIMALKAN PRODUK CACAT

Salsabilla Zahra Afifah, . (2026) USULAN PERBAIKAN PROSES PENGECORAN RUMAH LAMPU MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIX SIGMA UNTUK MEMINIMALKAN PRODUK CACAT. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Cover_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf] Text
1_Cover_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of 2_Abstrak_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf] Text
2_Abstrak_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf

Download (100kB)
[thumbnail of 3_Halaman Pengesahan_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf] Text
3_Halaman Pengesahan_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf

Download (273kB)
[thumbnail of 4_Daftar Isi_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf] Text
4_Daftar Isi_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf

Download (109kB)
[thumbnail of 5_Daftar Pustaka_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf] Text
5_Daftar Pustaka_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf

Download (127kB)
[thumbnail of 6_Skripsi Full_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf] Text
6_Skripsi Full_122220066_Salsabilla Zahra Afifah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan pada proses pengecoran Rumah Lampu Rumah Lampu di CV Bintang Karya Abadi, Klaten menggunakan pendekatan Six Sigma untuk meminimalkan jumlah produk cacat dan mengurangi dampak kerugian finansial. Perusahaan menghadapi tingkat kecacatan
sebesar 14% dengan total 408 unit produk cacat dari 2.883 unit produksi selama delapan periode pengecoran. Terdapat tiga jenis cacat utama yaitu porosity (51,47%), void (33,58%), dan scrap (14,95%). Meskipun porosity paling sering terjadi, cacat void memberikan kontribusi kerugian ekonomi terbesar bagi perusahaan, yaitu sebesar 39,86%.
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan Six Sigma dengan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang diintegrasikan dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil pengukuran menunjukkan nilai rata-rata DPMO sebesar 46.994,55 dengan tingkat sigma sebesar 3,196, yang
mengindikasikan kapabilitas proses masih berada pada level menengah. Berdasarkan analisis FMEA dan Fishbone Diagram, akar penyebab utama cacat void adalah adanya kotoran atau debu pada saluran dan rongga cetakan. Sebagai langkah perbaikan, diusulkan penerapan metode Air Jet Cleaning
pada proses pembersihan cetakan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa usulan ini mampu menurunkan jumlah cacat void secara signifikan dari 145 unit menjadi 14 - 69 unit. Dari sisi ekonomi, perbaikan ini berpotensi menghemat biaya kerugian
akibat cacat sebesar Rp456.000 hingga Rp786.000 per periode produksi. Implementasi standar operasional prosedur (SOP) dan check sheet direkomendasikan untuk menjaga stabilitas kualitas proses di masa mendatang.
Kata kunci: Six Sigma, FMEA, Pengecoran Logam, Rumah Lampu, Produk Cacat,
DMAIC

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Salsabilla Zahra Afifah (Penulis - 122220066) Agus Ristono (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Six Sigma, FMEA, Pengecoran Logam, Rumah Lampu, Produk Cacat, DMAIC.
Subjek: T Technology > TS Manufactures
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 26 May 2026 08:34
Last Modified: 26 May 2026 08:34
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48973

Actions (login required)

View Item View Item