ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA RANGKA JOK BUS UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECACATAN PENGELASAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus pada PT. Putra Agung Setia, Magelang)

Muhammad Nurahsan Alimufti, . (2026) ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA RANGKA JOK BUS UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECACATAN PENGELASAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus pada PT. Putra Agung Setia, Magelang). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_122210104.pdf] Text
Cover_122210104.pdf

Download (254kB)
[thumbnail of Abstrak_122210104.pdf] Text
Abstrak_122210104.pdf

Download (690kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_122210104.pdf] Text
Halaman Pengesahan_122210104.pdf

Download (896kB)
[thumbnail of Daftar Isi_122210104.pdf] Text
Daftar Isi_122210104.pdf

Download (652kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_122210104.pdf] Text
Daftar Pustaka_122210104.pdf

Download (622kB)
[thumbnail of Fulltext_122210104.pdf] Text
Fulltext_122210104.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

PT Putra Agung Setia merupakan perusahaan karoseri yang memproduksi berbagai jenis bus, salah satunya rangka jok sebagai komponen penting interior kendaraan. Pada proses produksinya, perusahaan masih mengalami permasalahan berupa kecacatan pengelasan, terutama jenis retak (crack) dan cacat permukaan (surface defect). Pada periode Mei–Juni 2025 tercatat 4510 titik las cacat dari total 91200 titik las, kondisi ini menyebabkan ketidakefisienan proses produksi dan menurunkan kualitas hasil akhir. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan penelitian ini diharapkan memberi solusi bagi perusahaan dalam menyelesaikan permasalahan kecacatan pengelasan rangka jok.
Penelitian ini menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA). Statistical Process Control membantu memantau variasi dalam proses secara statistik untuk memastikan bahwa variasi yang terjadi masih dalam batas kendali. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengurutkan faktor yang paling berpotensi hingga yang paling tidak berpotensi pada kecacatan suatu produk. Hasil Risk Priority Nubmer (RPN) akan menentukan prioritas usulan perbaikan
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat akar penyebab yang memiliki nilai RPN lebih dari 300 yaitu Plat Besi crack, Kesalahan pengelasan, Rangka jok mudah korosi. Usulan perbaikan dengan menambah hand trolley, pemasangan lampu pada work station pengelasan, melakukan welding cleaning. Hasil perbaikan menunjukkan persentase kecacatan pada rangka jok yang awalnya 5% menjadi 3,5%. Implementasi perbaikan mengurangi jumlah komponen rangka jok yang cacat dari 4510 titik las sebelum perbaikan menjadi 1495 titik las setelah perbaikan. Setelah adanya implementasi nilai RPN Plat Besi crack, Kesalahan pengelasan, dan Rangka jok mudah korosi sebelum perbaikan secara berurutan sebesar 360, 400, dan 400 menjadi 12, 12, dan 12

Kata kunci: SPC, FMEA, kualitas, rangka jok bus

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: MUHAMMAD NURAHSAN ALIMUFTI (Penulis - 122210104) ; Irwan Soejanto (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: SPC, FMEA, kualitas, rangka jok bus
Subjek: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TS Manufactures
Divisions: Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 04 May 2026 08:42
Last Modified: 04 May 2026 08:42
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48107

Actions (login required)

View Item View Item