Naqiyyah Cahyani, . (2026) REPRESENTASI HUSTLE CULTURE SEBAGAI BUDAYA KERJA IDEAL MELALUI KEHIDUPAN KERJA TOKOH BAEK BEOM DALAM DRAMA KOREA PARTNERS FOR JUSTICE SEASON 1 (2018). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_153220033.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
Abstrak_153220033.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_153220033.pdf Download (503kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_153220033.pdf Download (255kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_153220033.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
Fulltext_153220033.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan membongkar representasi hustle culture sebagai budaya kerja ideal sekaligus mengungkap nilai ideologis dan relasi kuasa dalam drama Korea Partners for Justice Season 1 (2018). Latar belakang penelitian menyoroti kecenderungan drama tersebut mengaitkan praktik kerja berlebihan dengan keberhasilan investigasi tanpa menonjolkan konsekuensi secara berarti. Hal ini berpotensi menormalisasi eksploitasi diri di tengah meningkatnya tuntutan produktivitas modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual dan paradigma kritis. Analisis dilakukan mengunakan semiotika Roland Barthes serta didukung teori representasi Stuart Hall dan konsep panopticism dan docile body Michel Foucault. Data berupa 9 adegan dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap drama Korea Partners for Justice Season 1 (2018) dan studi pustaka terhadap literatur berupa artikel jurnal, buku, artikel berita, situs web resmi, serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan hustle culture direpresentasikan melalui konstruksi tubuh pekerja sebagai alat yang harus selalu tersedia dan terus dimaksimalkan hingga kebutuhan biologis tersubordinasi. Praktik ini dimaknai sebagai bentuk dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab moral, lalu berkembang menjadi mitos pekerja ideal dengan menyamarkan pengorbanan dan eksploitasi di baliknya sebagai konsekuensi wajar demi mencapai produktivitas maksimal. Melalui representasi tersebut, drama Korea Partners for Justice Season 1 (2018) mereproduksi ideologi kapitalisme lewat glorifikasi produktivitas dan efisiensi sebagai nilai utama dalam memaknai keberhasilan, sehingga institusi menjadi pihak yang lebih banyak diuntungkan daripada pekerja yang menjalaninya.
Kata Kunci: Representasi, Hustle Culture, Drama Korea, Semiotika Roland Barthes, Panopticism, Docile Body
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | NAQIYYAH CAHYANI (Penulis - 153220033) ; Meike Lusye Karolus (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Representasi, Hustle Culture, Drama Korea, Semiotika Roland Barthes, Panopticism, Docile Body |
| Subjek: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 01:43 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 01:43 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49150 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
