DEKONSTRUKSI POLA ASUH OTORITER: Analisis Semiotika Pada Serial Drama "The Good Bad Mother"

Nada Khoirinnisa, . (2025) DEKONSTRUKSI POLA ASUH OTORITER: Analisis Semiotika Pada Serial Drama "The Good Bad Mother". Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Cover_153210029.pdf] Text
1_Cover_153210029.pdf

Download (174kB)
[thumbnail of 2_Abstrak_153210029.pdf] Text
2_Abstrak_153210029.pdf

Download (187kB)
[thumbnail of 3_Halaman Pengesahan_153210029.pdf] Text
3_Halaman Pengesahan_153210029.pdf

Download (402kB)
[thumbnail of 4_Daftar Isi_153210029.pdf] Text
4_Daftar Isi_153210029.pdf

Download (196kB)
[thumbnail of 5_Daftar Pustaka_153210029.pdf] Text
5_Daftar Pustaka_153210029.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of 6_Fulltext_153210029.pdf] Text
6_Fulltext_153210029.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Serial drama “The Good Bad Mother” menghadirkan problematika pola asuh otoriter yang dinormalisasi atas nama kasih sayang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi visual praktik otoriter tersebut serta mendekonstruksi ambiguitas moral di balik relasi ibu-anak. Penelitian kualitatif ini menggunakan paradigma kritis dengan mengintegrasikan Semiotika Charles Sanders Peirce dan Dekonstruksi Jacques Derrida. Semiotika Peirce diterapkan untuk memetakan fakta kekerasan yang tampak di permukaan (sebagai bukti empiris otoritarianisme) melalui ikon, indeks, dan simbol. Dekonstruksi Derrida digunakan untuk membongkar alibi ideologis di balik kekerasan tersebut dan meruntuhkan stabilitas makna tanda. Penelitian ini membongkar “gerak makna” di mana kekerasan dinormalisasi atas nama cinta, namun runtuh akibat dampak traumatis yang ditimbulkannya. Temuan menunjukkan bahwa drama ini mengaburkan batas antara cinta dan kekerasan; tindakan represif ibu bukanlah kebencian, melainkan manifestasi cinta yang terdistorsi oleh trauma kemiskinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan Peirce dan Derrida berhasil memperlihatkan, dinamika makna yang utuh: narasi drama meruntuhkan logosentrisme bahwa kesuksesan material membawa kebahagiaan, karena justru berujung pada keterasingan batin. Analisis bermuara pada kondisi aporia (ketidakputusan makna), di mana penonton dibiarkan dalam kebingungan etis, tidak sepenuhnya bisa membenci ibu karena traumanya, namun tidak bisa membenarkan penderitaan anak. Dengan demikian, serial drama “The Good Bad Mother” hadir sebagai kritik tentang bagaimana trauma dapat mengubah cinta menjadi senjata yang melukai anak, menuntu redefinisi kesuksesan pengasuhan yang memprioritaskan kesejahteraan psikologis.

Kata Kunci: Pola Asuh Otoriter, Semiotika, Dekonstruksi, The Good Bad Mother, Aporia, Mitos Ibu Ideal.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: NADA KHOIRINNISA (Penulis - 153210029) Panji Dwi Ashrianto (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Pola Asuh Otoriter, Semiotika, Dekonstruksi, The Good Bad Mother, Aporia, Mitos Ibu Ideal.
Subjek: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Komunikasi
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 12 May 2026 01:43
Last Modified: 12 May 2026 01:43
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48252

Actions (login required)

View Item View Item