IDENTIFIKASI PROBLEM PIPA TERJEPIT TRAYEK 12 ¼” PADA PEMBORAN SUMUR “SLS-21” LAPANGAN ASH DENGAN PENDEKATAN TEORITIS

ANNISA SALSABILAH, . (2025) IDENTIFIKASI PROBLEM PIPA TERJEPIT TRAYEK 12 ¼” PADA PEMBORAN SUMUR “SLS-21” LAPANGAN ASH DENGAN PENDEKATAN TEORITIS. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1. Cover_113210011_Annisa Salsabilah.pdf] Text
1. Cover_113210011_Annisa Salsabilah.pdf

Download (168kB)
[thumbnail of 2. Abstrak_113210011_Annisa Salsabilah.pdf] Text
2. Abstrak_113210011_Annisa Salsabilah.pdf

Download (267kB)
[thumbnail of 4. Daftar isi_113210011_Annisa Salsabilah.pdf] Text
4. Daftar isi_113210011_Annisa Salsabilah.pdf

Download (346kB)
[thumbnail of 5. Daftar Pustaka_113210011_Annisa Salsabilah.pdf] Text
5. Daftar Pustaka_113210011_Annisa Salsabilah.pdf

Download (237kB)
[thumbnail of 3. Halaman Pengesahan_113210011_Annisa Salsabilah.pdf] Text
3. Halaman Pengesahan_113210011_Annisa Salsabilah.pdf

Download (61kB)
[thumbnail of 6. Sripsi Full_113210011_Annisa Salsabilah.pdf] Text
6. Sripsi Full_113210011_Annisa Salsabilah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
Official URL: https://www.upnyk.ac.id/

Abstract

Operasi pemboran sumur pengembangan "SLS-21" di Lapangan "ASH", Cekungan Jawa Barat Utara, menghadapi kendala teknis berupa pipa terjepit (stuck pipe) dan kehilangan sirkulasi (lost circulation) pada trayek 12 ¼” di kedalaman 1217 mMD. Masalah ini terjadi pada Formasi Parigi yang memiliki karakteristik litologi dominan batu gamping (limestone). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan faktor penyebab terjadinya pipa terjepit, serta mengevaluasi upaya penanggulangan yang dilakukan melalui pendekatan teoritis dan pemodelan geomekanika 1D.
Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap data geologi, parameter pemboran, properti lumpur pemboran, serta evaluasi hidrolika pengangkatan cutting. Analisis geomekanika dilakukan untuk memetakan zona risiko tinggi dan memahami stabilitas lubang bor.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa permasalahan pipe sticking pada sumur "SLS-21" disebabkan oleh kombinasi mekanisme differential pipe sticking dan mechanical pipe sticking. Differential sticking dipicu oleh tekanan overbalance yang tinggi dan diperparah oleh kondisi lost circulation. Sementara itu, mechanical sticking terjadi akibat faktor litologi formasi yang brittle (rapuh) pada kedalaman tersebut (50% shale, 20% siltstone, 30% sandstone), yang memicu terjadinya caving/sloughing dan berujung pada kondisi pack off. Sudut inklinasi sumur yang tinggi (40°) juga turut memperbesar risiko keruntuhan formasi.
Upaya pembebasan pipa melalui metode work on pipe dan perendaman cairan kimia tidak memberikan hasil maksimal. Sebagai solusi akhir, setelah melewati batas Non-Productive Time (NPT) yang direncanakan, operasi dilanjutkan dengan metode sidetrack. Untuk mencegah masalah serupa, direkomendasikan penggunaan teknologi Managed Pressure Drilling (MPD) guna menjaga sirkulasi tetap konstan terhadap tekanan formasi dan tekanan rekah

Kata kunci: Geomekanika, Sidetrack, Stuck pipe, Lost circulation, Pack off.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Annisa Salsabilah (Penulis-113210011) M.Th.Kristiati Eko Andreastuti (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Geomekanika, Sidetrack, Stuck pipe, Lost circulation, Pack off.
Subjek: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Perminyakan
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 14 Apr 2026 08:10
Last Modified: 14 Apr 2026 08:10
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47776

Actions (login required)

View Item View Item