EVALUASI PENANGGULANGAN PROBLEM LOSS CIRCULATION PADA TRAYEK 12 ¼” SUMUR X-017 LAPANGAN YHP

Yogi Hirwan Pratama, . (2026) EVALUASI PENANGGULANGAN PROBLEM LOSS CIRCULATION PADA TRAYEK 12 ¼” SUMUR X-017 LAPANGAN YHP. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1._Cover_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf] Text
1._Cover_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of 2._Abstrak_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf] Text
2._Abstrak_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf

Download (264kB)
[thumbnail of 4._Daftar isi_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf] Text
4._Daftar isi_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf

Download (319kB)
[thumbnail of 5._Daftar Pustaka_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf] Text
5._Daftar Pustaka_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of 1._Cover_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf] Text
1._Cover_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of 3._Halaman Pengesahan_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf] Text
3._Halaman Pengesahan_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf

Download (575kB)
[thumbnail of Skripsi Full_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf] Text
Skripsi Full_113200017_Yogi Hirwan Pratama.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: https://www.upnyk.ac.id/

Abstract

Pemboran yang dilakukan pada sumur “X-017” mengalami partial loss circulation
ketika menembus Formasi Rembang. Pemboran target akhir pada trayek 12 ¼”
terdapat kehilangan lumpur dengan jenis partial loss pada interval kedalaman
6,090-6094 ftMD. Pemboran yang dilakukan pada sumur “X-017” bertujuan untuk
memproduksi minyak dan gas pada Formasi Rembang yang dimana pada formasi
tersebut merupakan reservoir karbonat pada kedalaman 6,134 ftMD. Pada
kedalaman 6094 ftMD di temukan hilangnya lumpur sebesar 9.7 bpm termasuk
dalam kategori partial loss.
Tahap analisa yang dilakukan adalah dengan mengidentifikasi penyebab loss
circulation dengan melakukan analisa data pore pressure dan fracture gradient
untuk mengetahui apakan loss yang terjadi disebabkan oleh berat lumpur kita atau
disebakan oleh faktor formasi. Penyebab dilakukan dengan analisa data pore
pressure fracture gradient untuk menentukan pengaruh mud weight yang
digunakan. Selanjutnya, dilakukan analisa pada aspek formulasi dari Loss
circulation material berupa (Fracseal dan CaCO3) yang digunakan pada sumur
“X-017”, Hasil analisa tersebut akan dijadikan acuan untuk menanggulangi partial
loss circulation menggunakan Loss Circulation material (LCM) pada pemboran
sumur-sumur pengembangan berikutnya.
Hasil analisis PPFG menunjukkan mud weight berada dalam batas aman (ΔMW =
0 ppg) sehingga tidak diperlukan redesign mud weight. Penanggulangan partial loss
circulation dilakukan dengan LCM kombinasi FracSeal 30–40% dan CaCO₃
coarse–medium 60–70%. Evaluasi menunjukkan material berserat berkontribusi
dominan (>50%) dalam pembentukan bridging awal. Kegagalan pada spot kedua
terjadi saat komposisi FracSeal = 0%, yang menyebabkan penutupan rekahan besar
tidak optimal, meskipun CaCO₃ masih digunakan.
Kata kunci: partial loss circulation, caverneous formation, LCM

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Yogi Hirwan Pratama (Penulis-113200017) Aris Buntoro (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: partial loss circulation, caverneous formation, LCM.
Subjek: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Perminyakan
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 26 Mar 2026 12:27
Last Modified: 26 Mar 2026 12:27
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47452

Actions (login required)

View Item View Item