Diva Olivia Julyana Nainggolan, . (2026) LATAR BELAKANG PROGRAM SPECIFIED SKILLED WORKER (TOKUTEI GINOU) DI JEPANG TAHUN 2019 – 2024. Skripsi thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.
|
Text
Cover_151220171.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
Abtrak_151220171.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_151220171.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_151220171.pdf Download (277kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_151220171.pdf Download (317kB) |
|
|
Text
Fulltext_151220171.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Jepang selama beberapa dekade terakhir menghadapi permasalahan demografis yang semakin serius, terutama penuaan penduduk, rendahnya tingkat kelahiran, serta menyusutnya populasi usia produktif. Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor strategis seperti konstruksi, pertanian, perawatan lansia, hingga perhotelan. Di tengah stagnasi pertumbuhan ekonomi pada periode 2015 - 2018, pemerintah Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe mengambil langkah kebijakan penting melalui amandemen Immigration Control and Refugee Recognition Act pada Desember 2018 yang kemudian melahirkan program Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou, yang resmi berlaku pada April 2019. Program ini membuka jalur legal penerimaan pekerja asing terampil untuk mengisi kekurangan tenaga kerja pada 14 sektor pekerjaan dengan skema selektif melalui dua kategori status tinggal, yaitu SSW tipe 1 dan SSW tipe 2. Penelitian ini menggunakan kerangka teori sistem politik David Easton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan SSW merupakan respons sistem politik Jepang terhadap input berupa tekanan demografis, kebutuhan tenaga kerja struktural, serta tuntutan aktor ekonomi seperti asosiasi bisnis, industri, dan pemerintah daerah. Proses konversi kebijakan berlangsung melalui dukungan institusional dan politik dari partai penguasa, sehingga menghasilkan output berupa regulasi status tinggal baru yang lebih terstruktur dibandingkan sistem sebelumnya. Namun, feedback menunjukkan bahwa implementasi SSW masih menghadapi tantangan, seperti proses administrasi yang panjang, target penerimaan yang belum sepenuhnya tercapai, serta kritik terhadap mekanisme seleksi dan integrasi yang dianggap terlalu ketat.
Kata Kunci: Jepang, Specified Skilled Worker, Migrasi Tenaga Kerja, Kebijakan Imigrasi, David Easton.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | DIVA OLIVIA JULYANA NAINGGOLAN (Penulis - 151220171) ; Erna Kurniawati (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Jepang, Specified Skilled Worker, Migrasi Tenaga Kerja, Kebijakan Imigrasi, David Easton. |
| Subjek: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform J Political Science > JC Political theory J Political Science > JF Political institutions (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 16 Mar 2026 01:02 |
| Last Modified: | 16 Mar 2026 01:02 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47382 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
