Dewa Bagaskara, . (2026) PENURUNAN SUARA BHARATIYA JANATA PARTY (BJP) PADA PEMILU INDIA TAHUN 2024. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_151220012_Dewa Bagaskara.pdf Download (62kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_151220012_Dewa Bagaskara.pdf Download (14kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_151220012_Dewa Bagaskara.pdf Download (764kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_151220012_Dewa Bagaskara.pdf Download (22kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_151220012_Dewa Bagaskara.pdf Download (151kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_151220012_Dewa Bagaskara.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan penurunan signifikan perolehan suara Bharatiya Janata Party (BJP) pada Pemilihan Umum India tahun 2024. Meskipun BJP tetap menjadi partai pemenang, partai tersebut kehilangan mayoritas tunggal di parlemen setelah hanya meraih 240 kursi, menurun drastis dari 303 kursi pada pemilu 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-eksplanatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan dengan menggunakan Teori Perilaku Memilih yang mencakup tiga dimensi utama: identitas partai, orientasi kandidat, dan orientasi isu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan suara BJP dipicu oleh beberapa variabel fundamental. Pertama, terjadinya kejenuhan terhadap "Faktor Modi" (Modi Factor) di tingkat konstituensi lokal, di mana popularitas nasional Narendra Modi tidak lagi cukup kuat untuk menutupi ketidakpuasan pemilih terhadap kinerja kandidat legislatif di daerah. Kedua, keberhasilan aliansi oposisi I.N.D.I.A dalam melakukan reframing terhadap slogan "400 Paar" sebagai ancaman terhadap konstitusi dan sistem reservasi kasta (Scheduled Castes dan Other Backward Classes), yang memicu konsolidasi pemilih marjinal untuk beralih dari BJP. Ketiga, dominasi isu ekonomi krusial seperti tingginya angka pengangguran pemuda dan inflasi pangan yang persisten, yang menggerus daya beli masyarakat pedesaan dan menciptakan diskoneksi antara narasi pertumbuhan ekonomi makro dengan realitas di akar rumput. Terakhir, narasi nasionalisme religius melalui simbolisme Kuil Ram di Ayodhya terbukti gagal dikonversi menjadi dukungan elektoral masif karena tidak mampu menjawab persoalan kesejahteraan material masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pemilu 2024 menandai kembalinya era politik koalisi dan tuntutan pemilih terhadap akuntabilitas ekonomi yang lebih substantif.
Kata Kunci: Bharatiya Janata Party (BJP), Pemilu India 2024, Perilaku Memilih, Hindutva, Ekonomi Politik India.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dewa Bagaskara (Penulis - 151220012) Ariesani Hermawanto (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Bharatiya Janata Party (BJP), Pemilu India 2024, Perilaku Memilih, Hindutva, Ekonomi Politik India. |
| Subjek: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JF Political institutions (General) J Political Science > JQ Political institutions Asia J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 00:50 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 00:52 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47175 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
