Pangihutan Sagala, . (2025) PERENCANAAN STUMULASI ACID FRACTURING PADA SUMUR PS-ST2 LAPANGAN FENESIA DALAM OPTIMASI PENINGKATAN LAJU PRODUKSI MINYAK. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_113210095.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
Abstrak_113210095.pdf Download (250kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_113210095.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_113210095.pdf Download (445kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_113210095.pdf Download (124kB) |
|
|
Text
Fulltext_113210095.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Sumur PS-ST2 di Lapangan FENESIA, Cekungan Jawa Timur Utara, merupakan sumur eksploitasi pada formasi karbonat limestone yang mengalami penurunan produksi signifikan dari 22 BOPD menjadi 2.96 BOPD dalam waktu kurang dari dua minggu. Penurunan ini disebabkan oleh rendahnya permeabilitas formasi (2.25 mD) dan terbentuknya skin factor positif (+2.75) yang menghambat aliran fluida dari reservoir ke lubang sumur. Untuk mengatasi masalah tersebut, dipilih metode acid fracturing yang efektif membentuk rekahan buatan dan melarutkan dinding batuan karbonat sehingga memperbesar jalur aliran fluida.
Penelitian menggunakan pendekatan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif meliputi studi literatur, interpretasi data log, dan analisis petrofisik. Analisis kuantitatif mencakup pengolahan data reservoir, produksi, sumur dan pompa, serta geomekanika batuan. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data geologi, reservoir, produksi, mekanika batuan, dan injeksi; perencanaan komposisi fluida, geometri rekahan, volume fluida, desain operasi; dan analisis hasil desain dengan perhitungan Excel serta perangkat lunak MFrac untuk mengevaluasi fracture conductivity, Fracture Conductivity Dimensionless (FCD), dan produktivitas melalui Productivity Index (PI) serta Inflow Performance Relationship (IPR).
Hasil penelitian menunjukkan acid fracturing berhasil meningkatkan permeabilitas efektif formasi. Desain rekahan PKN menghasilkan panjang rekahan 206.4415 ft, permeabilitas rekahan 93.2481 mD, permeabilitas rata-rata 25.6136 mD, fracture conductivity 19500.1079 mD-ft, dan FCD sebesar 37.04 untuk metode PKN dan 39.36 untuk FCD rata-rata dengan MFrac. Nilai PI meningkat masing-masing 5.8; 4.47; dan 5.63 (metode McGuire & Sikora, Michael Prats, Cinco-Ley), sementara produksi minyak naik 463.6 % dari 22.00 BOPD menjadi 124 BOPD. Skin factor menurun menjadi -6.31, menandakan perbaikan signifikan pada formasi.
Kata kunci: acid fracturing, FCD, fracture conductivity, Productivity Index, skin factor.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pangihutan Sagala (Penulis - 113210095) Bambang Bintarto (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | acid fracturing, FCD, fracture conductivity, Productivity Index, skin factor. |
| Subjek: | T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Perminyakan |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 06:25 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 06:25 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47027 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
