RIZQULLAH RISANG PERMADI, . (2026) STRATEGI PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI KECACATAN PADA FINISHING BUS MEDIUM DENGAN PENDEKATAN STATISTICAL PROCESS CONTROL DAN FRACAS : (Studi Kasus pada PT Putra Agung Setia, Magelang). Tugas Akhir thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.
|
Text
1_COVER_122210163.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
2_ABSTRAK_122210163.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
3_HALAMAN PENGESAHAN_122210163.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
4_DAFTAR ISI_122210163.pdf Download (305kB) |
|
|
Text
5_DAFTAR PUSTAKA_122210163.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
6_SKRIPSI FULL_122210163.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
PT Putra Agung Setia, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur karoseri bus, meliputi big bus, medium bus, dan micro bus. Komitmen perusahaan, “Perfection and Safety is our Commitment” sebagai acuan dalam melakukan kegiatan produksi, dan sistem produksi yang diterapkan yaitu Make To Order (MTO). Pada Februari hingga Maret 2025, PT Putra Agung Setia tercatat mengalami kenaikan produksi dari 10 unit pada Februari dan 15 unit pada Maret. Pada Februari 2025 terdapat data kecacatan bus medium spesifikasi tambang tahap finishing sebanyak 86 cacat dengan rata rata kecacatan sebesar 8,6 cacat per unit, sementara rata – rata standar toleransi kecacatan yang ditetapkan perusahaan dalam 1 periode sebesar 5 cacat per unit. Kecacatan dikategorikan diantaranya kebocoran, kelistrikan, fungsional, dan visual. Permasalahan ini mendorong perlunya analisis dan upaya perbaikan kualitas untuk mengurangi tingkat kecacatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Statistical Process Control (SPC) dan Failure Reporting, Analysis, and Corrective Action System (FRACAS). Metode Statistical Process Control digunakan untuk mengevaluasi kestabilan proses finishing secara statistik. Metode FRACAS digunakan untuk penentuan sebab kecacatan dan merumuskan tindakan perbaikan yang tepat. Alat yang digunakan diantaranya, check sheet, histogram, diagram pareto, peta kendali U, fishbone diagram dan 5W+1H.
Berdasarkan hasil penelitian, rata rata kecacatan sebelum perbaikan sebesar 8,6 cacat per unit dan setelah perbaikan sebesar 2,2 cacat per unit. Hasil ini sebagai salah satu parameter dalam perbaikan kualitas yang dilakukan. Analisis FRACAS ditemukan bahwa penyebab utama kecacatan berasal dari faktor metode manusia, alat, material, dan lingkungan, khususnya ketiadaan SOP inspeksi yang baku serta parameter kualitas yang terukur. Usulan perbaikan berupa penyusunan SOP inspeksi finishing dan form check inspection. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan untuk mengurangi tingkat kecacatan tahap finishing.
Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Finishing Body Bus, Statistical Process Control, FRACAS, Inspeksi
| Item Type: | Tugas Akhir (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Additional Information: | Rizqullah Risang Permadi (Penulis-122210163) ; Dr. Agus Ristono, S.T.,M.T., CIPM (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Pengendalian Kualitas, Finishing Body Bus, Statistical Process Control, FRACAS, Inspeksi |
| Subjek: | T Technology > TS Manufactures |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 06:41 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 06:41 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46661 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
