PENENTUAN KAPASITAS MINIMUM PRODUKSI HARIAN BERDASARKAN TITIK IMPAS DAN KONTRIBUSI KEUNTUNGAN (Studi Kasus di CV PUJA BOX, Sewon, Bantul)

SAPUTRA, ADISTIRA YOGA (2025) PENENTUAN KAPASITAS MINIMUM PRODUKSI HARIAN BERDASARKAN TITIK IMPAS DAN KONTRIBUSI KEUNTUNGAN (Studi Kasus di CV PUJA BOX, Sewon, Bantul). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Skripsi Full_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf] Text
1_Skripsi Full_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[thumbnail of 2_Cover_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf] Text
2_Cover_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf

Download (96kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf] Text
3_Abstrak_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf

Download (136kB)
[thumbnail of 4_Halaman Pengesahan_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf] Text
4_Halaman Pengesahan_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of 5_Daftar Isi_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf] Text
5_Daftar Isi_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf

Download (72kB)
[thumbnail of 6_Daftar Pustaka_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf] Text
6_Daftar Pustaka_122190145_Adistira Yoga Saputra.pdf

Download (159kB)

Abstract

CV Puja Box merupakan perusahaan manufaktur kardus yang menerapkan
sistem produksi Make to Order (MTO), di mana kegiatan produksi dilakukan
berdasarkan permintaan pelanggan. Sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi
dalam memenuhi spesifikasi pesanan, namun juga menimbulkan tantangan dalam
perencanaan produksi dan pengendalian biaya karena variasi jenis produk dan
margin kontribusi yang tidak seragam. Akibatnya, perusahaan mengalami kesulitan
dalam menentukan kapasitas produksi minimum harian yang dibutuhkan agar
terhindar dari kerugian dan tetap mampu mencapai target laba.

Penelitian ini menerapkan analisis Break Even Point (BEP) yang
dikombinasikan dengan metode Weighted Average Margin Contribution (WAMC).
Pendekatan ini digunakan untuk menghitung volume produksi minimum yang
harus dicapai setiap hari agar pendapatan perusahaan dapat menutupi seluruh biaya
tetap dan variabel. Selain itu, dilakukan simulasi efisiensi biaya bahan baku dengan
skenario pembelian besar untuk mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan
margin kontribusi dan laba perusahaan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai awal WAMC sebesar Rp672,67 per
unit menghasilkan BEP sebesar 30.475 unit per bulan atau 1.325 unit per hari.
Produksi aktual perusahaan sebesar 1.624 unit per hari menunjukkan bahwa
perusahaan telah melewati titik impas, meskipun dengan margin keuntungan yang
masih rendah, yaitu 2,80%. Setelah dilakukan simulasi efisiensi bahan baku,
WAMC meningkat menjadi Rp1.043,51, yang menurunkan nilai BEP menjadi
19.645 unit per bulan atau 854 unit per hari, serta meningkatkan margin keuntungan
menjadi 8,99%. Temuan ini menyimpulkan bahwa metode BEP–WAMC efektif
dalam menentukan kapasitas produksi minimum yang rasional dan efisien, serta
bahwa strategi pengadaan bahan baku memiliki pengaruh signifikan terhadap
peningkatan profitabilitas pada sistem produksi berbasis MTO.

Kata Kunci: Break Even Point, Margin Kontribusi, WAMC, Kapasitas Produksi,
Make to Order, Efisiensi Biaya

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Break Even Point, Margin Kontribusi, WAMC, Kapasitas Produksi, Make to Order, Efisiensi Biaya
Subjek: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 20 Jan 2026 03:02
Last Modified: 20 Jan 2026 03:02
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46564

Actions (login required)

View Item View Item