KARAKTERISTIK BATUAN INDUK DAN MODEL KEMATANGAN 1D PADA LAPANGAN “A”, SUB-CEKUNGAN TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

Triayuni, Pilar (2025) KARAKTERISTIK BATUAN INDUK DAN MODEL KEMATANGAN 1D PADA LAPANGAN “A”, SUB-CEKUNGAN TARAKAN, KALIMANTAN UTARA. Skripsi thesis, UPN "Veteran"Yogyakarta.

[thumbnail of 2_Cover_111210055_Pilar Triayuni.pdf] Text
2_Cover_111210055_Pilar Triayuni.pdf

Download (83kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_111210055_Pilar Triayuni.pdf] Text
3_Abstrak_111210055_Pilar Triayuni.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of 4_Halaman Pengesahan_111210055_Pilar Triayuni.pdf] Text
4_Halaman Pengesahan_111210055_Pilar Triayuni.pdf

Download (184kB)
[thumbnail of 5_Daftar Isi_111210055_Pilar Triayuni.pdf] Text
5_Daftar Isi_111210055_Pilar Triayuni.pdf

Download (189kB)
[thumbnail of 6_Daftar Pustaka_111210055_Pilar Triayuni.pdf] Text
6_Daftar Pustaka_111210055_Pilar Triayuni.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of 1_Skripsi Full_111210055_Pilar Triayuni.pdf] Text
1_Skripsi Full_111210055_Pilar Triayuni.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
Official URL: http://upnyk

Abstract

Batuan induk (source rock) merupakan elemen kunci yang bertanggung jawab
dalam menghasilkan hidrokarbon. Evaluasi karakteristik batuan induk, seperti Total
Organic Carbon (TOC), tipe kerogen, serta tingkat kematangan termal, sangat penting
untuk menilai potensi batuan induk dari suatu cekungan. Maksud dari penelitian ini adalah
mengetahui potensi dan karakteristik batuan induk serta sejarah kematangan batuan induk.
Lokasi penelitian berada pada Lapangan A, Cekungan Tarakan, Sub-Cekungan Tarakan,
Kalimantan Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan analisis
kuantitatif dan kualitas dari batuan induk. Kematangan dan fase hidrokarbon dianalisis
dengan perangkat lunak Petromod 1D. Data yang digunakan berupa TOC, Rock Eval
Pyrolisis, persen Ro, top formasi, dan biostratigrafi (umur dan paleo water depth).
Kemudian dari data tersebut juga dapat digunakan untuk menghasilkan sejarah
penimbunan dan sejarah kematangan. Hasil analisis geokimia batuan induk pada sumur
Muara Makapan-1 menunjukkan bahwa batuan induk yang berpotensi yaitu pada Formasi
Tabul dan Formasi Naintupo dengan nilai TOC berkisar pada 0,89 (cukup) dan 1,27 (baik),
nilai Tmax berkisar pada 438° dan 442° (matang), nilai HI berkisar pada 162 dan 198
(minyak dan gas), serta nilai Ro berkisar 0,5 dan 0,55 (belum matang). Hasil analisis
geokimia batuan induk pada sumur Iris-1 menunjukkan bahwa batuan induk yang
berpotensi yaitu pada Formasi Tabul dengan nilai TOC 1,03 (baik), nilai Tmax 441°
(matang), nilai HI berkisar pada 105 (gas), serta nilai Ro berkisar 0,58 (belum matang).
Pada Formasi Tabul dan Formasi Naintupo dominan menghasilkan hidrokarbon gas
campuran dengan tingkat kematangan sampel yang sudah matang berdasarkan parameter
Tmax, sehingga dapat disimpulkan bahwa Formasi Tabul dan Formasi Naintupo
berdasarkan data yang ada pada daerah penelitian berpotensi sebagai batuan induk.
Berdasarkan pemodelan kematangan yang telah dikalibrasi dengan %Ro dapat diketahui
bahwa Formasi Naintupo telah matang (main oil) pada Pleistosen (0.24 Ma) dan pada
Formasi Tabul telah matang awal (early oil) pada Pliosen Akhir (3.67-2.58 Ma)
Kata kunci: Batuan Induk, Cekungan Tarakan, Geokimia, Sejarah Kematangan, Sejarah
Penimbunan

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Pilar Triayuni (Penulis - 111210055); Sapto Kis Daryono (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Batuan Induk, Cekungan Tarakan, Geokimia, Sejarah Kematangan, Sejarah Penimbunan
Subjek: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 18 Nov 2025 06:12
Last Modified: 18 Nov 2025 06:12
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45509

Actions (login required)

View Item View Item