Kajian Teknis Re-Opening Sumur Tua Di Wilayah Jawa Tengah

Sayoga Heru Prayitno, Heru (2010) Kajian Teknis Re-Opening Sumur Tua Di Wilayah Jawa Tengah. Seminar Nasional Kebumian 2010. pp. 130-144.

[img]
Preview
Text
Kajian Teknis Re-Opening Sumur Tua Di Wilayah Jawa Tengah.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Indonesia mempunyai potensi sumur-sumur tua peninggalan Belanda yang sangat besar yaitu sekitar 13 ribu sumur tua yang tersebar di seluruh mulai dari propinsi Aceh; Riau, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur Kalimantan Timur, Maluku dan Papua, ini menunjukkan bahwa Indonesaia kaya akan potensi minyak bumi. Propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu propinsi yang mempunyai sumur tua peninggalan Belanda yang cukup besar yaitu sekitar 694 sumur tua yang terdapat di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Kendal 28 sumur, Kabupaten Grobogan 53 sumur, Kabupaten Pati 14 sumur dan Kabupaten Blora sebanyak 599 sumur. Dari sebayak 694 sumur tua tersebut baru sekitar 79 sumur yang di produksi yang sebagian besar di produksi oleh Pertamina dan sebagian kecil diproduksi oleh penduduk dengan cara tradisional, sehingga masih cukup besar peluang umuk memproduksi sumur-sumur tua yang belum diproduksikan. Pada tahun 2008 Pemerintah melalui Departemen ESDM mengeluarkan Kepmen No. 01 tahun 2008 tentang "Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi Pada Sumur Tua" yang memberikan peluang dan kesempatan kepada Pemerintah Daerah untuk ikut serta dalam pengelolaan sumur tua melalui BUMD baik propinsi maupun kabupaten serta KUD yang berada diwilayah tempat sumur tua berada. Dengan terbitnya Kepmen tersebut memberikan peluang bagi BUMD dan KUD untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan industri migas yaitu dengan mengelola dan memproduksi sumur tua. Dalam kegiatan pengelolaan dan produksi sumur tua perlu dilakukan kajian teknologi yang tepat agar proses pengelolaan dan produksi sumur tua sesuai dengan yang diharapkan yaitu sumur yang dipilih dapat memproduksi minyak serta secara keekonomian layak untuk dilaksanakan. Dalam paper ini hanya akan dibahas kajian secara teknis. Dalam kajian secara teknis pada pengelolaan sumur tua yang perlu dipertimbangkan meliputi; Pemilihan sumur tua yang akan di kelola, teknologi yang akan digunakan untuk pekerjaan re-opening serta pemilihan teknalogi produksi yang akan digunakan. Pelihan teknologi re-opening dan produksi harus sesuai dengan standar HSE serta tidak menimbulkan effek negatif (merusak) sumur tua yang akan di opersikan. Teknologi re-reopening yang tepat adalah dengan menggunakan teknologi mekanis, dengan menggunakan metode mekanis maka tidak akan merusak casing yang sudah ada dan proses pekerjaannya lebih cepat. Sedangkan untuk teknologi produksi dengan menggunakan metode pompa yaitu pompa ESP/175 yang telah terbukti cocok digunakan pada sumur-sumur tua yang sebagian besar mempunyai kapasitas alir yang rendah.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Ir, MT Sayoga Heru P
Date Deposited: 23 Sep 2016 01:54
Last Modified: 23 Sep 2016 01:54
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/3002

Actions (login required)

View Item View Item