PANJAITAN, TESALONIKA DAMAYANTI (2026) MINIMASI WASTE DENGAN PENDEKATAN VALUE STREAM MAPPING UNTUK EFISIENSI PROSES PRODUKSI SARUNG TANGAN (STUDI KASUS PADA PT WONEEL MIDAS LEATHERS, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_122220028_Tesalonika Damayanti Panjaitan - 028_TESALONIKA DAMAYANTI PANJAITAN.pdf Download (268kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_122220028_Tesalonika Damayanti Panjaitan - 028_TESALONIKA DAMAYANTI PANJAITAN.pdf Download (292kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_122220028_Tesalonika Damayanti Panjaitan - 028_TESALONIKA DAMAYANTI PANJAITAN.pdf Download (514kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_122220028_Tesalonika Damayanti Panjaitan - 028_TESALONIKA DAMAYANTI PANJAITAN.pdf Download (305kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_122220028_Tesalonika Damayanti Panjaitan - 028_TESALONIKA DAMAYANTI PANJAITAN.pdf Download (257kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Fulltext_122220028_Tesalonika Damayanti Panjaitan - 028_TESALONIKA DAMAYANTI PANJAITAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
PT Woneel Midas Leathers merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi sarung tangan. Dalam proses produksinya masih ditemukan pemborosan yang menyebabkan aliran proses produksi kurang efisien, terutama sebelum proses sewing. Permasalahan yang terjadi diantaranya adalah waktu menunggu yang tinggi akibat penggunaan ukuran batch yang besar serta adanya aktivitas perhitungan dan inspeksi yang dilakukan secara berulang pada beberapa stasiun kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemborosan yang terjadi serta memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Manufacturing dengan metode Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan aliran proses produksi dan mengidentifikasi aktivitas yang memberikan nilai tambah maupun yang tidak memberikan nilai tambah. Analisis aktivitas dilakukan menggunakan Process Activity Mapping (PAM) serta identifikasi akar penyebab pemborosan menggunakan metode 5 Whys. Selanjutnya disusun Current Value Stream Mapping dan Future Value Stream Mapping untuk menggambarkan kondisi proses sebelum dan sesudah perbaikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemborosan utama yang terjadi adalah waste waiting dan waste overprocessing. Waste waiting yang semula sebesar 904,13 detik dapat dikurangi menjadi 301,38 detik melalui penentuan ukuran batch transfer optimal sebesar 336 pcs (340 pcs dalam batch existing). Waste overprocessing juga dapat dikurangi dengan menggabungkan stasiun admin cutting, setting, dan admin sewing menjadi satu stasiun ADMIN dimana dilakukan pengurangan frekuensi aktivitas inspeksi serta pendataan yang dilakukan berulang, sehingga waktu proses berkurang dari 627,38 detik menjadi 467,08 detik. Secara keseluruhan, total waktu proses produksi berhasil dikurangi dari 17406,90 detik menjadi 16788,82 detik atau menurun sebesar 3,55%.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | TESALONIKA DAMAYANTI PANJAITAN (122220028 - penulis ) ; APRIANI SOEPARDI (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, waste, efisiensi produksi. |
| Subjek: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:58 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:58 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49418 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
