ANALISIS PENGARUH HOLDING TIME POST WELD HEAT TREATMENT PADA HASIL LAS FLUX CORED ARC WELDING BAJA SS400 TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO

Muhammad Afif Azami, . (2026) ANALISIS PENGARUH HOLDING TIME POST WELD HEAT TREATMENT PADA HASIL LAS FLUX CORED ARC WELDING BAJA SS400 TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_116220010.pdf] Text
Cover_116220010.pdf - Cover Image

Download (88kB)
[thumbnail of Abstrak_116220010.pdf] Text
Abstrak_116220010.pdf - Other

Download (119kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_116220010.pdf] Text
Halaman Pengesahan_116220010.pdf - Other

Download (174kB)
[thumbnail of Daftar Isi_116220010.pdf] Text
Daftar Isi_116220010.pdf - Other

Download (141kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_116220010.pdf] Text
Daftar Pustaka_116220010.pdf - Bibliography

Download (200kB)
[thumbnail of Fulltext_116220010.pdf] Text
Fulltext_116220010.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Komponen bogie frame pada Light Rail Transit (LRT) memiliki peran vital dalam menopang seluruh beban carbody dan memastikan keamanan selama pengoperasian. Penggunaan baja SS400 yang disambung dengan metode Flux-Cored Arc Welding (FCAW) cenderung menghasilkan tegangan sisa tarik yang tinggi, sehingga dapat menurunkan integritas mekanis material, khususnya pada daerah Heat Affected Zone (HAZ). Oleh karena itu, penerapan Post Weld Heat Treatment (PWHT) berupa stress relief annealing sangat diperlukan untuk mereduksi tegangan sisa tersebut dan meningkatkan keuletan material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi holding time PWHT terhadap sifat mekanis dan evolusi struktur mikro pada sambungan las FCAW baja SS400. Proses PWHT dilakukan pada suhu konstan 680°C dengan variasi waktu penahanan selama 60, 90, dan 120 menit. Evaluasi dilakukan melalui pengujian tarik untuk menentukan kekuatan mekanis, uji kekerasan microvickers, serta pengamatan metalografi menggunakan mikroskop optik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan holding time secara signifikan menurunkan nilai kekuatan tarik (Ultimate Tensile Strength dan Yield Strength) serta kekerasan, namun meningkatkan keuletan (elongasi) material. Struktur mikro pada daerah HAZ dan Fusion Line Zone (FLZ) menunjukkan transformasi fasa pearlite menjadi spheroidite yang lebih homogen seiring bertambahnya waktu penahanan. Meskipun terjadi penurunan kekuatan, seluruh hasil pengujian tetap memenuhi standar JIS G 3101 dan regulasi keselamatan transportasi nasional yang berlaku. Holding time selama 120 menit direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk memperoleh kombinasi keuletan dan homogenitas struktur mikro yang sesuai bagi aplikasi komponen bogie frame.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Muhammad Afif Azami (Penulis - 116220010) ; Mansyur Abdul Shaleh (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Annealing, FCAW, Holding time, PWHT, SS400
Subjek: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TF Railroad engineering and operation
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TS Manufactures
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Metalurgi
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 21 May 2026 10:00
Last Modified: 21 May 2026 10:00
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48707

Actions (login required)

View Item View Item