BALQIS FEBRIANI, . (2026) ANALISIS KOMUNIKASI PUBLIK HUMAS POLDA DIY DALAM PERISTIWA DEMO OJOL JOGJA DAN KERUSUHAN DI KANTOR POLDA DIY. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
2_Abstrak_154220136.pdf Download (92kB) |
|
|
Text
1_Cover_154220136.pdf Download (122kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_15422-136.pdf Download (274kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_154220136.pdf Download (107kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_154220136.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_154220136.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi publik yang dilakukan oleh
Humas Polda DIY dalam menangani peristiwa demonstrasi ojek online dan kerusuhan
di kantor Polda DIY pada Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pihak Humas Polda
DIY, masyarakat, pengemudi ojek online, akademisi, dan media. Analisis data
menggunakan model Milles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi
sumber dan teknik. Penelitian ini menggunakan Teori Pengorganisasian Karl Weick
yang terdiri dari tahap penerimaan informasi, seleksi informasi, dan retensi informasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Humas Polda DIY telah melaksanakan
komunikasi publik dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, baik media
massa maupun media sosial, dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pada
tahap penerimaan informasi, Humas mengumpulkan data dari berbagai sumber internal
dan eksternal. Pada tahap seleksi, dilakukan proses penyaringan dan penentuan pesan
yang akan disampaikan kepada publik. Pada tahap retensi, informasi yang telah
disampaikan menjadi dasar dalam pengelolaan komunikasi pada situasi selanjutnya.
Meskipun demikian, komunikasi publik yang dilakukan masih menghadapi kendala,
terutama dalam hal transparansi informasi dan kecepatan penyampaian pesan di tengah
arus informasi digital yang masif. Hal tersebut memunculkan beragam persepsi di
masyarakat terhadap institusi kepolisian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi
komunikasi publik yang lebih responsif, transparan, dan adaptif untuk meningkatkan
kepercayaan publik serta meminimalisasi kesalahpahaman dalam situasi krisis.
Kata kunci: Komunikasi Publik, Humas Kepolisian, Demonstrasi, Krisis Komunikasi,
Teori Pengorganisasian
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | BALQIS FEBRRIANI (PENULIS-154220136); MEDI TRILAKSONO DWI ABADI (PEMBIMBING) |
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Publik, Humas Kepolisian, Demonstrasi, Krisis Komunikasi, Teori Pengorganisasian Komunikasi Publik, Humas Kepolisian, Demonstrasi, Krisis Komunikasi, Teori Pengorganisasian |
| Subjek: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) J Political Science > JA Political science (General) L Education > L Education (General) U Military Science > U Military Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Hubungan Masyarakat |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 20 May 2026 08:18 |
| Last Modified: | 20 May 2026 08:18 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48555 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
