GEOLOGI, KARAKTERISTIK ALTERASI HIDROTHERMAL DAN GEOKIMIA MANIFESTASI PANAS BUMI DI PROSPEK PANAS BUMI SUBANG, KUNINGAN, JAWA BARAT

YUSTIKA, YILEN (2026) GEOLOGI, KARAKTERISTIK ALTERASI HIDROTHERMAL DAN GEOKIMIA MANIFESTASI PANAS BUMI DI PROSPEK PANAS BUMI SUBANG, KUNINGAN, JAWA BARAT. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 111220002_Cover - YILEN YUSTIKA.pdf] Text
111220002_Cover - YILEN YUSTIKA.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of 111220002_Abstrak - YILEN YUSTIKA.pdf] Text
111220002_Abstrak - YILEN YUSTIKA.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of 111220002_Halaman Pengesahan - YILEN YUSTIKA.pdf] Text
111220002_Halaman Pengesahan - YILEN YUSTIKA.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of 111220002_Daftar Isi - YILEN YUSTIKA.pdf] Text
111220002_Daftar Isi - YILEN YUSTIKA.pdf

Download (467kB)
[thumbnail of 111220002_Daftar Pustaka - YILEN YUSTIKA.pdf] Text
111220002_Daftar Pustaka - YILEN YUSTIKA.pdf

Download (370kB)
[thumbnail of 111220002_FullText - YILEN YUSTIKA.pdf] Text
111220002_FullText - YILEN YUSTIKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (51MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada manifestasi panas bumi di daerah Subang, Kabupaten
Kuningan, Jawa Barat, yang berkembang pada batuan sedimen dan tidak
berasosiasi langsung dengan pusat aktivitas vulkanik aktif. Penelitian bertujuan
untuk mengidentifikasi karakteristik alterasi hidrotermal, geokimia fluida, serta
hubungan keduanya dalam sistem panas bumi daerah penelitian. Metode yang
digunakan meliputi pemetaan geologi, analisis petrografi, analisis struktur geologi,
analisis mineral alterasi menggunakan X-ray Diffraction (XRD), serta analisis
geokimia air panas menggunakan Ion Chromatography (IC). Interpretasi geokimia
dilakukan menggunakan diagram Piper, Cl–SO₄–HCO₃, Na–K–Mg, Cl–Li–B, dan
analisis geotermometer Na–K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alterasi
hidrotermal dicirikan oleh asosiasi mineral halloysite–K-feldspar, smectite–dickite,
adularia–smectite, serta kuarsa–halloysite–dickite yang menunjukkan alterasi pada
temperatur rendah hingga menengah. Berdasarkan diagram Piper, sampel SBG-AY
termasuk tipe air Na–Cl, CWR-AY termasuk mixed water, dan CGR-AY termasuk
tipe air Ca–Cl. Diagram Cl–SO₄–HCO₃ menunjukkan bahwa SBG-AY dan CGR
AY termasuk tipe air klorida, sedangkan CWR-AY termasuk tipe air bikarbonat.
Diagram Na–K–Mg menunjukkan bahwa SBG-AY dan CGR-AY berada pada
kondisi partial equilibrium, sedangkan CWR-AY tergolong immature water.
Diagram Cl–Li–B menunjukkan dominasi unsur boron yang mengindikasikan
interaksi fluida dengan batuan sedimen. Estimasi temperatur reservoir berdasarkan
geotermometer Na–K berkisar antara 92,5–123,4°C yang menunjukkan sistem
panas bumi bertemperatur rendah. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa daerah
penelitian merupakan sistem panas bumi non-vulkanik yang berkembang pada
batuan sedimen dan dikontrol oleh struktur geologi sebagai jalur sirkulasi fluida
hidrotermal.
Kata kunci: Alterasi Hidrotermal, Geokimia Fluida, Geotermometer, Manifestasi
Panas Bumi, Subang

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Alterasi Hidrotermal, Geokimia Fluida, Geotermometer, Manifestasi Panas Bumi, Subang
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 20 Oct 2026 03:12
Last Modified: 20 Oct 2026 03:12
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49976

Actions (login required)

View Item View Item