ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN LINGKUNGAN BEKAS GALIAN TANAH UNTUK INDUSTRI BATU BATA DI DESA POTORONO BANGUNTAPAN BANTUL

EFFENDI, NISA NURHIDAYATI (2021) ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN LINGKUNGAN BEKAS GALIAN TANAH UNTUK INDUSTRI BATU BATA DI DESA POTORONO BANGUNTAPAN BANTUL. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of COVER_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf] Text
COVER_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf

Download (703kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf] Text
DAFTAR ISI_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf

Download (588kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf

Download (723kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf

Download (611kB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL TEXT_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf] Text
SKRIPSI FULL TEXT_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[thumbnail of ABSTRAK_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf] Text
ABSTRAK_134160247_Nisa Nurhidayati E.pdf

Download (592kB)

Abstract

Penambangan tanah untuk industri batu bata disamping akan merusak tata air
juga akan terjadi kehilangan lapisan tanah bagian atas (top soil) yang relatif lebih
subur, dan meninggalkan lapisan tanah bawahan (sub soil) yang kurang subur
dan berpotensi merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tingkat kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan batu bata,
mengetahui dampak aktivitas penambangan batu bata terhadap sifat kimia tanah
dan memberikan saran perbaikan lingkungan yang baik. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode survei dan penentuan titik sampel secara purposif.
Analisis tingkat kerusakan merujuk pada Keputusan Gubernur Propinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta No. 63 Tahun 2003 tentang Kriteria Baku Kerusakan
Lingkungan Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian
Golongan C di Wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini
dilakukan di Desa Potorono Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul,
Yogyakarta. Parameter penelitian yang digunakan meliputi batas kedalaman
galian, batas penggalian, kemiringan dasar galian, tinggi dinding galian, tekstur
tanah, tutupan vegetasi, dan produktivitas serta analisis sifat kimia tanah berupa
pH, kandungan C-Organik, N total, P tersedia, dan K tersedia dengan jumlah 12
titik sampel dan 1 titik kontrol. Hasil penelitian menunjukan tingkat kerusakan
lingkungan lahan bekas industri batu bata di Desa Potorono yaitu, titik sampel
XIII dan XII dengan tingkat kerusakan rendah, titik sampel II, III, IV, V, VI, VII,
IX, X, dan XI dengan tingkat kerusakan sedang, dan titik sampel I dengan
tingkat kerusakan tinggi. Hasil analisis sifat kimia menunjukkan bahwa aktivitas
penambangan batu bata berdampak menurunkan kadar bahan organik tanah
namun tidak menurunkan kandungan unsur hara N, P, K serta pH tanah. Saran
perbaikan lahan pasca tambang batu bata di Desa Potorono Bantul adalah
melakukan pemulihan lahan dan usulan peraturan pemerintah. Pemanfaatan
lahan bekas tambang dapat dilakukan dengan revegetasi tanaman pangan,
budidaya ikan, dan juga pembuatan fasilitas umum bagi warga setempat.

Kata kunci : batu bata , kerusakan lingkungan, sifat kimia tanah

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: batu bata , kerusakan lingkungan, sifat kimia tanah
Subjek: Q Science > Q Science (General)
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 19 Oct 2026 08:43
Last Modified: 19 Oct 2026 08:43
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49972

Actions (login required)

View Item View Item