GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG TERBUKA DAERAH BAWAHAN SELAN, MATARAMAN, BANJAR, KALIMANTAN SELATAN

SHANEN ANINDYAH DWI ALFARA, . (2026) GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG TERBUKA DAERAH BAWAHAN SELAN, MATARAMAN, BANJAR, KALIMANTAN SELATAN. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 111200080_Cover - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf] Text
111200080_Cover - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf

Download (906kB)
[thumbnail of 111200080_Halaman Pengesahan - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf] Text
111200080_Halaman Pengesahan - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf

Download (485kB)
[thumbnail of 111200080_Abstrak - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf] Text
111200080_Abstrak - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf

Download (690kB)
[thumbnail of 111200080_Daftar Isi - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf] Text
111200080_Daftar Isi - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf

Download (359kB)
[thumbnail of 111200080_Daftar Pustaka - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf] Text
111200080_Daftar Pustaka - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf

Download (248kB)
[thumbnail of 111200080_Fulltext - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf] Text
111200080_Fulltext - Shanen Anindyah Dwi Alfara.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (91MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Daerah penelitian berada di Desa Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dan termasuk dalam Cekungan Barito. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, menganalisis kestabilan lereng lowwall tambang terbuka, serta memberikan rekomendasi penanganan lereng. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi, pengukuran stratigrafi, analisis data bor, petrografi, mikropaleontologi, pengamatan diskontinuitas, klasifikasi massa batuan, dan analisis kestabilan lereng menggunakan metode Morgenstern-Price dengan kriteria Generalized Hoek-Brown. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas Satuan batulempung Warukin dan material disposal. Satuan batulempung Warukin terdiri atas batulempung dengan sisipan batulempung karbonan, batulanau, batupasir, dan batubara, serta diinterpretasikan berumur Miosen Tengah-Miosen Akhir dan diendapkan pada lingkungan lower delta plain. Struktur geologi yang berkembang berupa homoklin dengan kemiringan lapisan dominan ke barat laut, serta diskontinuitas berupa shear joint dan release joint. Kualitas massa batuan termasuk sedang hingga baik, dengan nilai RQD 92,8-98,2%, RMR 51-65, dan GSI 61-65. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi jenuh menyebabkan lereng tidak stabil, sedangkan penurunan posisi muka airtanah meningkatkan nilai faktor keamanan. Sayatan A-A’ mencapai kondisi stabil pada MAT 8 m, sedangkan sayatan B-B’ membutuhkan MAT sekitar 31 m. Oleh karena itu, rekomendasi utama adalah pengendalian dan pemantauan muka airtanah melalui sistem drainase, pengelolaan sump, piezometer, dan sub-horizontal drain apabila diperlukan.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Formasi Warukin, lowwall, kestabilan lereng, muka airtanah, faktor keamanan.
Subjek: Q Science > QE Geology
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 15 Oct 2026 08:37
Last Modified: 15 Oct 2026 08:37
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49959

Actions (login required)

View Item View Item