ANALISIS PALEOGEOGRAFI ZAMAN PALEOGEN PADA AREA “A”, CEKUNGAN SPERMONDE, SULAWESI SELATAN

LATIFA MAHARANI, . (2026) ANALISIS PALEOGEOGRAFI ZAMAN PALEOGEN PADA AREA “A”, CEKUNGAN SPERMONDE, SULAWESI SELATAN. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 111220199_Cover - Latifa Maharani.pdf] Text
111220199_Cover - Latifa Maharani.pdf

Download (153kB)
[thumbnail of 111220199_Abstrak - Latifa Maharani.pdf] Text
111220199_Abstrak - Latifa Maharani.pdf

Download (212kB)
[thumbnail of 111220199_Halaman Pengesahan - Latifa Maharani.pdf] Text
111220199_Halaman Pengesahan - Latifa Maharani.pdf

Download (160kB)
[thumbnail of 111220199_Daftar Isi - Latifa Maharani.pdf] Text
111220199_Daftar Isi - Latifa Maharani.pdf

Download (441kB)
[thumbnail of 111220199_Daftar Pustaka - Latifa Maharani.pdf] Text
111220199_Daftar Pustaka - Latifa Maharani.pdf

Download (181kB)
[thumbnail of 111220199_Fulltext - Latifa Maharani.pdf] Text
111220199_Fulltext - Latifa Maharani.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Area “A”, Cekungan Spermonde, Sulawesi Selatan, dengan tujuan mengidentifikasi variasi litologi, stratigrafi, sikuen stratigrafi, lingkungan pengendapan, serta model paleogeografi pada Zaman Paleogen. Penelitian ini menggunakan integrasi data bawah permukaan berupa data wireline log dan well report yang dikorelasikan dengan sumur Bone-I, Kelara-I, Lombosang-I, dan Odb-I. Metode penelitian dilakukan melalui analisis litologi, sikuen stratigrafi, elektrofasies, fasies dan lingkungan pengendapan, korelasi stratigrafi dan struktur, serta model paleogeografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi penyusun daerah penelitian terdiri atas limestone, sandstone, siltstone, claystone, coal, granit teralterasi, dan batuan beku kristalin. Secara stratigrafi, daerah penelitian berkembang sejak batuan dasar (basement Cretaceous) Formasi Balangbaru, Formasi Malawa (Eocene) pada fase syn-rift, serta Formasi Tonasa (Oligocene) pada fase post-rift. Analisis sikuen stratigrafi berhasil mengidentifikasi sequence boundary (SB 1, SB 2, dan SB 3), transgressive surface (TS 1), serta maximum flooding surface (MFS). System tract yang berkembang meliputi Lowstand System Tract (LST), Transgressive System Tract (TST), dan Highstand System Tract (HST). Interpretasi lingkungan pengendapan menunjukkan perkembangan lingkungan dari delta plain, delta front, prodelta, shallow marine-deep marine. GDE (Gross Depositional Environment) menunjukkan bahwa pada Early-Middle Eocene daerah penelitian didominasi lingkungan deltaik pada sumur Bone-I, Kelara-I, dan Lombosang-I, sedangkan sumur Odb-I berada pada lingkungan laut dangkal. Pada Late Eocene terjadi pergeseran lingkungan ke arah yang lebih laut yaitu lingkungan delta front-shallow marine. Selanjutnya pada Oligocene terjadi transgresi pada lingkungan shallow marine-deep marine dan perkembangan endapan karbonat Formasi Tonasa. Evolusi paleogeografi tersebut mencerminkan pengaruh perubahan muka air laut relatif, serta perkembangan tektonik syn-rift dan post-rift yang mengontrol pola sedimentasi di Cekungan Spermonde selama Zaman Paleogen.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Cekungan Spermonde, lingkungan pengendapan, Paleogen, paleogeografi, sikuen stratigrafi.
Subjek: Q Science > QE Geology
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 15 Oct 2026 07:22
Last Modified: 15 Oct 2026 07:22
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49947

Actions (login required)

View Item View Item