Maura, Heksa Alea (2026) ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH EKSPANSIF DENGAN UJI DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) DAN X – RAY DIFFRACTION (XRD) DAERAH SENDANGMULYO, KECAMATAN MINGGIR, KABUPATEN SLEMAN, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
111220112_Cover - Heksa Alea.pdf Download (478kB) |
|
|
Text
111220112_Abstrak - Heksa Alea.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
111220112_Halaman Pengesahan - Heksa Alea.pdf Download (80kB) |
|
|
Text
111220112_Daftar Isi - Heksa Alea.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
111220112_Daftar Pustaka - Heksa Alea.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
11220112_Full Text - Heksa Alea.pdf Restricted to Repository staff only Download (33MB) |
Abstract
Penelitian ini dilakukan di daerah Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang secara geologi tersusun atas Endapan
Gunungapi Merapi Muda (Qmi) berupa breksi vulkanik berfragmen andesit
dengan tingkat pelapukan tinggi hingga sangat tinggi sehingga berkembang
menjadi tanah residual berbutir halus. Penelitian bertujuan mengidentifikasi
karakteristik mineralogi, sifat fisik, dan daya dukung tanah dasar serta menilai
kelayakannya sebagai subgrade. Metode yang digunakan meliputi uji X-Ray
Diffraction (XRD) pada tujuh sampel tanah terganggu untuk analisis semi
kuantitatif mineralogi, uji sifat fisik tanah (kadar air, berat jenis, analisis ukuran
butir, dan batas-batas Atterberg), perhitungan tingkat keaktifan tanah
(Activity/Ac) untuk mengestimasi potensi kembang-susut secara tidak langsung,
serta uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP) pada 20 titik di lima lintasan untuk
memperoleh nilai CBR yang kemudian dikonversi menjadi daya dukung tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah daerah penelitian didominasi oleh
lanau non organik elastis (MH) dengan batas cair (LL) 40–96%, indeks plastisitas
(PI) 9,05–38,86%, dan kadar air 32–92,2%. Nilai batas cair yang sangat tinggi
mencerminkan sensitivitas tanah terhadap perubahan kadar air, diperkuat oleh
dominasi mineral kaolinit (14,8–30,4%) dan ilit (4,6–17,3%), serta mineral
interlayer dan kuarsa (16,3–29,0%). Mineral montmorilonit tidak teridentifikasi,
namun nilai Activity (Ac) mencapai 1,19–5,01, dengan tiga sampel masuk
kategori potensi pengembangan sangat tinggi (Ac >2,00), yang mengindikasikan
potensi ekspansif melalui pendekatan sifat fisik. Mineral kaolinit dengan
kristalinitas rendah meningkatkan daya serap air, sementara pelapukan intensif
batuan breksi vulkanik menghasilkan tanah residual berbutir halus yang impermeable, sehingga kadar air aktual menjadi faktor paling dominan yang
memengaruhi penurunan daya dukung. Nilai CBR berkisar 3,09–5,21%, daya
dukung tanah 55,32–78,25 kN/m², dan daya dukung izin 1,88–2,66 ton/m². Secara
keseluruhan, tanah penelitian dinyatakan belum layak sebagai subgrade tanpa
perbaikan tanah, yang direkomendasikan berupa stabilisasi kimia (kapur atau
semen Portland), perbaikan sistem drainase sebagai prioritas utama, atau
penggantian material hingga kedalaman ≥1 meter.
Kata kunci: Aktivitas, CBR, daya dukung tanah, DCP, tanah ekspansif, XRD.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas, CBR, daya dukung tanah, DCP, tanah ekspansif, XRD. |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 15 Oct 2026 06:18 |
| Last Modified: | 15 Oct 2026 06:18 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49934 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
