STRATIGRAFI DAN REKONSTRUKSI PALEOIKLIM EOSEN-OLIGOSEN PADA FORMASI LAHAT, DAERAH MUARADUA, SUMATRA SELATAN

ANINDITA DYAH DANISWARA, . (2026) STRATIGRAFI DAN REKONSTRUKSI PALEOIKLIM EOSEN-OLIGOSEN PADA FORMASI LAHAT, DAERAH MUARADUA, SUMATRA SELATAN. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf] Text
Cover_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf

Download (91kB)
[thumbnail of Abstrak_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf] Text
Abstrak_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf

Download (165kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf] Text
Lembar Pengesahan_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of Daftar Isi_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf] Text
Daftar Isi_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf

Download (213kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf] Text
Daftar Pustaka_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf

Download (178kB)
[thumbnail of Full Text Skripsi_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf] Text
Full Text Skripsi_Anindita (111220144) - Anindita D.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Formasi Lahat dengan umur Eosen-Oligosen tersingkap pada lintasan Bumi Agung dan Batu Belang di daerah Muaradua, Sumatra Selatan. Interval Eosen–Oligosen merupakan periode penting yang ditandai oleh Transisi Eosen–Oligosen (Eocene–Oligocene Transition, EOT), yaitu peristiwa pendinginan global yang berpotensi memengaruhi kondisi iklim, vegetasi, dan sistem pengendapan. Pengendapan formasi ini memungkinkan terakumulasinya material organik berupa sisa tumbuhan dalam bentuk polen dan spora. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan, merekonstruksi kondisi paleoiklim, dan mengkaji keterkaitannya dalam potensi pembentukan hidrokarbon. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, terutama melalui analisis palinologi dan sedimnetologi yang diperoleh dari kedua lintasan stratigrafi terukur. Penentuan umur relatif dilakukan berdasarkan taksa penunjuk umur, sedangkan rekonstruksi paleovegetasi menggunakan analisis afinitas ekologi palinomorf berdasarkan klasifikasi Haseldonckx (1974) dan Morley (1977). Rekonstruksi paleoiklim dilakukan berdasarkan taksa indikator iklim, rasio arboreal pollen (AP) dan non-arboreal pollen (NAP), serta didukung oleh indeks keberagaman dan kesamaan spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formasi Lahat di daerah penelitian berumur Eosen Tengah–Oligosen berdasarkan keterdapatan Proxapertites operculatus dan Meyeripollis naharkotensis. Lingkungan pengendapan berkembang dari sistem medial hingga distal alluvial fan dengan afinitas ekologi yang didominasi elemen fresh water serta peningkatan elemen brackish pada interval paling muda. Analisis palinologi menunjukkan dominasi vegetasi peat swamp dan freshwater swamp, dengan nilai AP 71–100?n kelimpahan spora 28–89%, yang mengindikasikan iklim yang dominan hangat dan lembap. Kondisi tersebut mendukung produksi dan akumulasi material organik sehingga berpotensi menjadi indikasi awal pembentukan batuan induk hidrokarbon.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Eosen-Oligosen, Formasi Lahat, Paleoiklim, Polen, Spora
Subjek: Q Science > QE Geology
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 14 Oct 2026 06:11
Last Modified: 14 Oct 2026 06:11
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49867

Actions (login required)

View Item View Item