NARENDRA ARYO BAYU W, . (2026) IDENTIFIKASI KETIDAKSTABILAN BLOK BATUAN PADA LERENG 'X' DENGAN METODE COMBINED BLOCK MODEL DI DESA PEJAGOAN, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
111220209_Cover - Narendra Aryo.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
111220209_Abstrak - Narendra Aryo.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
111220209_halaman pengesahan - Narendra Aryo.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
111220209_Daftar isi - Narendra Aryo.pdf Download (372kB) |
|
|
Text
111220209_Daftar Pustaka - Narendra Aryo.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
111220209_fulltext - Narendra Aryo.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Desa Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, merupakan wilayah yang dipengaruhi oleh zona sesar aktif sehingga massa batuan bersifat lebih terfraktur dan rentan terhadap ketidakstabilan, khususnya pada Lereng "X". Litologi dominan di area ini berupa batu lanau tufan (tuffaceous siltstone) yang mudah mengalami pelapukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketidakstabilan blok batuan pada Lereng "X" menggunakan metode Combined Block Model, mengkarakterisasi massa batuan berbasis data point cloud dan Digital Surface Model (DSM), serta mengevaluasi kestabilan lereng secara keseluruhan. Data point cloud diperoleh melalui pemindaian menggunakan SLAM scanner (CHCNAV RS10) dan drone LiDAR multispektral, yang selanjutnya diolah menjadi DSM menggunakan perangkat lunak Maptek Point Studio untuk mengekstraksi parameter diskontinuitas berupa arah jurus (strike) dan kemiringan (dip). Klasifikasi massa batuan dilakukan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) dan Rock Quality Designation (RQD) berdasarkan data scanline lapangan. Pengujian laboratorium juga dilakukan untuk memperoleh sifat fisik dan nilai Kuat Tekan Uniaksial (UCS) batuan. Analisis ketidakstabilan blok batuan diimplementasikan melalui metode Combined Block Model menggunakan perangkat lunak RocSlope3. Hasil penelitian menunjukkan nilai RQD berkisar antara 73,58% hingga 99,53% (kategori baik hingga sangat baik). Berdasarkan pemodelan, diperoleh nilai Factor of Safety (FS) minimum sekitar 0,35 yang mengindikasikan adanya zona tidak stabil. Mekanisme kegagalan yang dominan adalah sliding failure, diikuti oleh wedge failure dan rockfall pada zona tertentu, dengan volume blok batuan berkisar antara 0,01 m³ hingga 4,34 m³. Zona ketidakstabilan terkonsentrasi pada bagian tengah lereng dan berkaitan erat dengan keberadaan struktur sesar naik serta kondisi batuan tuf yang mudah lapuk. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam upaya mitigasi bencana longsor dan perencanaan pengelolaan wilayah yang lebih aman.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | diskontinuitas, kestabilan lereng, karakterisasi massa batuan, metode combine block model, point cloud, volume block |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 04:51 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 04:51 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49866 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
