FARAH FATHINA FAUZIYAH, . (2026) Analisis Turpin untuk Optimasi Electrical Submersible Pump. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
113220153_Cover - farah fathina fauziyah.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
113220153_Abstrak - farah fathina fauziyah.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
113320153_Halaman Pengesahan - farah fathina fauziyah.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
113220153_Daftar Isi - farah fathina fauziyah.pdf Download (403kB) |
|
|
Text
113220153_Daftar Pustaka - farah fathina fauziyah.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
113220153_Fulltext - farah fathina fauziyah.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Sumur FFF pada Lapangan ZYH menggunakan Electrical Submersible Pump
(ESP) sebagai metode pengangkatan buatan (artificial lift) untuk mengalirkan
fluida reservoir ke permukaan. Nilai Gas Oil Ratio (GOR) yang sangat tinggi
sebesar 9.103,84 scf/STB menyebabkan gas bebas pada intake pompa berpotensi
menimbulkan gas interference, penurunan efisiensi, hingga risiko gas locking,
sehingga operasi ESP menjadi tidak stabil dan produksi tidak optimal. Oleh karena
itu, diperlukan evaluasi kinerja dan optimasi sistem ESP.
Kemampuan produksi dievaluasi menggunakan kurva IPR metode Vogel
Generalized, dipilih karena terjadi aliran dua fasa parsial akibat tekanan reservoir
yang berada di atas bubble point sementara tekanan alir dasar sumur berada di
bawahnya. Evaluasi kinerja ESP menggunakan korelasi Turpin untuk menentukan
batas stabilitas operasi secara kuantitatif berdasarkan hubungan antara pump intake
pressure (PIP) dan rasio gas-liquid pada intake pompa. Optimasi dilakukan dalam
dua skenario yang meliputi penyesuaian frekuensi Variable Speed Drive (VSD)
berdasarkan affinity law, penentuan Pump Setting Depth (PSD) optimum, serta
pemasangan Rotary Gas Separator (RGS) dan Advance Gas Handler (AGH)
dengan asumsi efisiensi pemisahan masing-masing 90%.
Hasil kurva IPR menunjukkan laju alir maksimum 145,025 BPD. Nilai Turpin awal
sebesar 20,267 mengindikasikan ESP beroperasi tidak stabil akibat tingginya
kandungan gas bebas. Pada Skenario 1 (VSD 39 Hz, PSD 5.205,05 ft), produksi
mencapai 122,85 blpd; setelah pemasangan RGS dan AGH, nilai Turpin turun
menjadi 0,097 dengan Total Dynamic Head (TDH) 4.732,90 ft. Pada Skenario 2
(VSD 41,43 Hz, PSD 5.205,05 ft), produksi mencapai 130,522 blpd dengan nilai
Turpin 0,291 dan TDH 4.902,51 ft. PSD optimum pada kedalaman 5.205,05 ft
dipilih karena menghasilkan nilai Turpin terendah dan kondisi operasi pompa
paling stabil pada kedua skenario.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Electrical Submersible Pump, Turpin, gas interference, rotary gas separator, advance gas handler |
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Perminyakan |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 14 Oct 2026 04:02 |
| Last Modified: | 14 Oct 2026 04:02 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49857 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
