Eksplorasi Kelimpahan Arthropoda pada Pola Tanam Tumpang Sari Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dan Monokultur Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)

WULAN BUDYANINGRUM, . (2026) Eksplorasi Kelimpahan Arthropoda pada Pola Tanam Tumpang Sari Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Dan Monokultur Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[thumbnail of 134220104_Cover - Wulan Budyaningrum.pdf] Text
134220104_Cover - Wulan Budyaningrum.pdf

Download (133kB)
[thumbnail of 134220104_Abstrak - Wulan Budyaningrum.pdf] Text
134220104_Abstrak - Wulan Budyaningrum.pdf

Download (118kB)
[thumbnail of 134220104_Halaman Pengesahan - Wulan Budyaningrum.pdf] Text
134220104_Halaman Pengesahan - Wulan Budyaningrum.pdf

Download (898kB)
[thumbnail of 134220104_Daftar Isi - Wulan Budyaningrum.pdf] Text
134220104_Daftar Isi - Wulan Budyaningrum.pdf

Download (339kB)
[thumbnail of 134220104_Daftar Pustaka - Wulan Budyaningrum.pdf] Text
134220104_Daftar Pustaka - Wulan Budyaningrum.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of 134220104_Fulltext - Wulan Budyaningrum.pdf] Text
134220104_Fulltext - Wulan Budyaningrum.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Pola tanam berpengaruh terhadap kelimpahan arthropoda dan tingkat serangan hama pada budidaya cabai rawit, sehingga perlu dikaji untuk mengetahui sistem budidaya yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelimpahan serangga, intensitas serangan hama, dan bobot buah pada sistem tumpangsari cabai rawit–bawang merah dan monokultur cabai rawit. Penelitian ini menggunakan metode experimental design dengan pengamatan lapangan pada kedua sistem tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sistem memiliki jumlah genus arthropoda yang sama, yaitu 110 genus. Sistem tumpangsari menghasilkan 13.610 individu dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener H' = 3,8647, sedangkan monokultur menghasilkan 12.868 individu dengan H' = 3,7457. Intensitas serangan hama pencucuk penghisap pada monokultur sebesar 71,11%, lebih tinggi daripada tumpangsari 66,67%. Intensitas serangan hama pemakan daun pada monokultur sebesar 53,33%, lebih tinggi daripada tumpangsari 44,44%. Sebaliknya, intensitas serangan lalat buah lebih tinggi pada tumpangsari, yaitu 30,48%, dibandingkan monokultur 23,37%. Total bobot buah tumpangsari sedikit lebih tinggi, yaitu 2.938,5 g, dibandingkan monokultur 2.927,3 g.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: cabai rawit, tumpangsari, monokultur, arthropoda, intensitas serangan, bobot buah.
Subjek: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 12 Oct 2026 06:35
Last Modified: 12 Oct 2026 06:35
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49741

Actions (login required)

View Item View Item