Suharman, Farid Radityo (2026) OPTIMASI MTU UNTUK PROTOKOL VPN WIREGUARD DAN IPSEC: ANALISIS PERFORMA PADA BERBAGAI KONDISI JARINGAN. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
123220094_Cover - FARID RADITYO SUHARMAN.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
123220094_Abstrak - FARID RADITYO SUHARMAN.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
123220094_Halaman Pengesahan - FARID RADITYO SUHARMAN.pdf Download (105kB) |
|
|
Text
123220094_Daftar Isi - FARID RADITYO SUHARMAN.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
123220094_Daftar Pustaka - FARID RADITYO SUHARMAN.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
123220094_Fulltext - FARID RADITYO SUHARMAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Implementasi Virtual Private Network (VPN) menimbulkan overhead enkapsulasi dan enkripsi yang memengaruhi ukuran paket, sehingga meningkatkan risiko fragmentasi ketika paket melampaui batas Maximum Transmission Unit (MTU). Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas jaringan berupa peningkatan delay, penurunan throughput, dan packet loss yang lebih tinggi. Meskipun WireGuard dan IPsec merupakan protokol VPN yang paling banyak digunakan, analisis sistematis mengenai pengaruh variasi MTU terhadap performa keduanya pada kondisi high latency masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental berbasis simulasi jaringan dengan topologi site-to-site yang dibangun pada GNS3 terintegrasi dengan VMware, menggunakan MikroTik CHR dan VyOS sebagai perangkat gateway virtual.
Tiga skenario diuji, yaitu NoVPN sebagai baseline, WireGuard, dan IPsec, dengan kondisi high latency berupa penambahan delay 100 ms dan packet loss 1%. Variasi nilai MTU pada rentang 1.280 hingga 1.500 byte diuji secara sistematis menggunakan iperf3 untuk pengukuran trafik TCP dan UDP, ping untuk delay, serta Wireshark untuk validasi fragmentasi. Data performa dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Coefficient of Variation, klasifikasi kualitas TIPHON, dan analisis konsensus. Hasil menunjukkan bahwa variasi MTU berpengaruh signifikan terhadap performa jaringan, dengan dampak yang berbeda pada setiap protokol dan jenis trafik.
WireGuard menunjukkan penggunaan CPU yang lebih rendah dibandingkan IPsec pada seluruh skenario. Nilai MTU optimal yang diperoleh adalah 1.320 untuk IPsec TCP, 1.488 untuk IPsec UDP, 1.408 untuk WireGuard TCP, dan 1.392 untuk WireGuard UDP. Tidak ada satu nilai MTU yang optimal secara universal, sehingga penyesuaian berbasis protokol sangat diperlukan dalam implementasi VPN pada kondisi jaringan high latency
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Maximum Transmission Unit, WireGuard, IPsec, Virtual Private Network, Quality of Service |
| Subjek: | Q Science > QA Mathematics > QA75 Electronic computers. Computer science |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Informatika |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 04:05 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 04:05 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49724 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
