Amanda Ratna Vetitasari, . (2026) Analisis Hidrogeokimia Airtanah di TPA Banyuroto dan Sekitarnya, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
111220042_Cover - Amanda Ratna Vetitasari.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
111220042_Abstrak - Amanda Ratna Vetitasari.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
111220042_Halaman Pengesahan - Amanda Ratna Vetitasari.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
111220042_Daftar Isi - Amanda Ratna Vetitasari.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
111220042_Daftar Pustaka - Amanda Ratna Vetitasari.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
111220042_Fulltext - Amanda Ratna Vetitasari.pdf Restricted to Repository staff only Download (177MB) |
Abstract
TPA Banyuroto merupakan sumber pencemar potensial bagi airtanah dangkal karena proses dekomposisi sampah dapat menghasilkan air lindi yang membawa zat terlarut organik maupun anorganik. Airtanah di sekitar TPA masih dimanfaatkan masyarakat melalui sumur gali, sehingga kajian hidrogeokimia diperlukan untuk menilai kondisi airtanah secara lebih menyeluruh dan membedakan pengaruh alami dari kemungkinan masukan antropogenik. Penelitian ini dilakukan di TPA Banyuroto dan sekitarnya, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi dan hidrogeologi, menganalisis karakteristik hidrogeokimia airtanah, mengetahui distribusi kualitas airtanah berdasarkan standar parameter Permenkes RI No. 2 Tahun 2023, serta mengkaji hubungan antara aktivitas TPA Banyuroto dan hidrogeokimia airtanah. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi, pengukuran muka airtanah pada 41 sumur, pengukuran parameter fisika-kimia secara langsung, dan analisis laboratorium terhadap 6 sampel airtanah. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, TDS, kekeruhan, warna, bau, pH, nitrat, nitrit, Fe, Mn, serta ion mayor Na⁺, K⁺, Ca²⁺, Mg²⁺, Cl⁻, HCO₃⁻, dan SO₄²⁻. Analisis hidrogeokimia dilakukan menggunakan diagram Stiff dan Piper, sedangkan evaluasi kualitas mengacu pada standar yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas Satuan breksi Kaligesing, Satuan batugamping Sentolo, dan endapan aluvial setempat pada tubuh sungai. Satuan batugamping Sentolo berperan sebagai akuifer utama, sedangkan Satuan breksi Kaligesing berperan sebagai akuitard. Airtanah didominasi oleh HCO₃⁻, Ca²⁺, dan Mg²⁺ dengan fasies utama Ca-Mg-HCO₃ menandakan airtanah normal. Beberapa titik tidak memenuhi standar, terutama karena TDS tinggi pada S1, S11, S18, dan S35, nitrat tinggi pada S11, serta Fe, kekeruhan, warna, dan bau pada S28. Potensi pengaruh TPA bersifat lokal dan paling perlu dicermati pada S11, tetapi ciri lindi belum tampak dominan.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | airtanah, hidrogeokimia, kualitas air, TPA Banyuroto |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 03:38 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 03:38 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49719 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
