Darumawan, Fardan Safira (2026) Hubungan Model Muka Air Tanah Dengan Kestabilan Lereng Lowwall Menggunakan Limit Equilibrium Method Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
111220116_Cover - Fardan Safira Darumawan.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
111220116_Abstrak - Fardan Safira Darumawan.pdf Download (385kB) |
|
|
Text
111220116_Lembar Pengesahan - Fardan Safira Darumawan.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
111220116_Daftar Isi - Fardan Safira Darumawan.pdf Download (442kB) |
|
|
Text
111220116_Daftar Pustaka - Fardan Safira Darumawan.pdf Download (347kB) |
|
|
Text
111220116_Full Text - Fardan Safira Darumawan.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Penelitian ini dilakukan di Pit Cendana, PT Bhumi Rantau Energi, yang secara administratif terletak di Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya analisis kestabilan lereng pada tambang terbuka, khususnya pada lereng lowwall, guna meminimalkan potensi longsor yang dapat menimbulkan kerugian serta mengoptimalkan perolehan batubara. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kestabilan lereng adalah kondisi muka air tanah yang dapat mengurangi kuat geser material akibat tekanan air pori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara model muka air tanah terhadap kestabilan lereng lowwall pada Seam U–W Blok 34 serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan faktor keamanan lereng. Metode yang digunakan adalah Metode Kesetimbangan Batas (Limit Equilibrium Method) dengan pendekatan Morgenstern-Price untuk menghitung nilai faktor keamanan (FK). Data yang digunakan meliputi data primer berupa litologi, struktur geologi, RQD dan klasifikasi massa batuan (RMR, GSI), serta data sekunder berupa desain lereng, topografi, muka air tanah dari piezometer, dan sifat fisik-mekanik batuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi muka air tanah sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Pada desain awal, lereng memiliki nilai FK sebesar 1,3 yang menunjukkan kondisi stabil. Namun, ketika muka air tanah berada di permukaan, nilai FK menurun menjadi 0,7 (tidak stabil), pada kedalaman 15 meter sebesar 1,1 (kritis), dan pada kedalaman 30 meter kembali stabil dengan FK sebesar 1,3. Selain itu, keberadaan lapisan lemah (weak layer) pada interburden turut meningkatkan potensi kegagalan lereng. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengendalian muka air tanah dan evaluasi kondisi geologi teknik merupakan faktor utama dalam menjaga kestabilan lereng.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kestabilan lereng, model, muka air tanah, faktor keamanan, Morgenstern-Price |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 02:56 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 02:56 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49707 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
