Wicjaksono, Tsalis Bayu (2026) ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK SUSU SAPI PERAH DI KOPERASI UNIT DESA (KUD) MUSUK KABUPATEN BOYOLALI. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
135220054_Cover - Tsalis Bayu Wicjaksono.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
135220054_Abstrak - Tsalis Bayu Wicjaksono.pdf Download (255kB) |
|
|
Text
135220054_Halaman Pengesahan - Tsalis Bayu Wicjaksono.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
135220054_Daftar Isi - Tsalis Bayu Wicjaksono.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
135220054_Daftar Pustaka - Tsalis Bayu Wicjaksono.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
135220054_Fulltext - Tsalis Bayu Wicjaksono.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
KUD Musuk merupakan koperasi yang bergerak di bidang agribisnis pengelolaan produk susu sapi perah segar di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis rantai pasok susu sapi perah, 2) menganalisis kinerja rantai pasok susu sapi perah, serta 3) menganalisis prioritas strategi rantai pasok susu sapi perah di KUD Musuk Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan meliputi pendekatan Food Supply Chain Network (FSCN) untuk mengidentifikasi struktur rantai pasok, Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk mengukur kinerja rantai pasok, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas strategi perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan responden terdiri dari 41 peternak anggota, 4 orang pengelola KUD Musuk, 1 pengepul, dan 7 peternak nonanggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur rantai pasok terdiri dari dua pola utama, yaitu rantai I (peternak–KUD Musuk) dan rantai II (peternak–pengepul–KUD Musuk), dengan aliran produk, finansial, dan informasi yang berjalan terkoordinasi Hasil analisis kinerja menggunakan SCOR menunjukkan bahwa indikator kinerja pengiriman, kesesuaian standar, fleksibilitas, lead time, siklus pemenuhan permintaan, dan siklus cash to cash berada pada kategori superior. Indikator pemenuhan permintaan rantai I berada pada kategori advantage pada rantai II berada pada kategori di bawah parity. Indikator persediaan harian berada pada kategori advantage. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa prioritas strategi dalam peningkatan kinerja rantai pasok adalah penguatan kemitraan peternak, diikuti oleh peningkatan kualitas produk, optimalisasi distribusi, dan efisiensi operasional internal. Peningkatan kinerja rantai pasok dapat dilakukan melalui penguatan hubungan dengan peternak dan peningkatan kualitas produk guna mendukung kontinuitas pasokan dan kepuasan konsumen.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kinerja, Koperasi, Rantai Pasok, Susu Sapi Perah |
| Subjek: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Agribisnis |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 08:22 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 08:33 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49685 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
