Ibrachim, Rajhiv Mahendra (2026) Prarancangan Pabrik Kimia 2-Etilheksil Akrilat dari Asam Akrilat dan 2-Etil Heksanol dengan Kapasitas 70.000 Ton/Tahun. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
121220015_Cover - MARTHA PASHANIDA.pdf Download (74kB) |
|
|
Text
121220015_Abstrak - MARTHA PASHANIDA.pdf Download (67kB) |
|
|
Text
121220015_Halaman Pengesahan - MARTHA PASHANIDA.pdf Download (294kB) |
|
|
Text
121220015_Daftar Isi - MARTHA PASHANIDA.pdf Download (117kB) |
|
|
Text
121220015_Daftar Pustaka - MARTHA PASHANIDA.pdf Download (118kB) |
|
|
Text
121220015_Fulltext - MARTHA PASHANIDA.pdf Restricted to Repository staff only Download (81MB) |
Abstract
Produk 2-Etilheksil Akrilat merupakan bahan kimia antara yang memiliki aplikasi
luas di industri, antara lain sebagai bahan baku perekat, flokulan, pelapis (coating), serta resin pada formulasi cat. Pabrik kimia yang memproduksi 2-Etilheksil Akrilat dari bahan baku 2-Etil Heksanol dan Asam Akrilat direncanakan memiliki kapasitas sebesar 70.000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik berada di Cilegon, Banten dengan luas lahan sekitar
5,6 hektar. Kebutuhan bahan baku 2-Etil Heksanol dipasok dari PT Petro Oxo Nusantara yang berlokasi di Gresik, sedangkan Asam Akrilat diperoleh dari PT Nippon Shokubai Indonesia yang berlokasi di Cilegon. Pabrik dirancang beroperasi secara kontinu selama 330 hari kerja efektif dalam satu tahun dan didukung oleh 200 tenaga kerja.
2-Etilheksil Akrilat diproduksi melalui reaksi antara 2-Etil Heksanol dan Asam
Akrilat dalam 2 reaktor alir tangki berpengaduk yang disusun secara seri dengan bantuan katalis Asam Sulfat. Reaksi berlangsung pada suhu 89°C dan tekanan 1 atm hingga mencapai konversi sebesar 93,6%. Reaksi bersifat eksotermis dan operasi dilakukan secara adiabatis dengan suhu keluaran sebesar 95,8°C. Produk reaksi berupa 2-Etilheksil
Akrilat dan Air kemudian dinetralkan dalam Neutralizer menggunakan Natrium
Hidroksida 10% sehingga terbentuk garam sebagai produk samping. Garam tersebut dipisahkan menggunakan Dekanter berdasarkan perbedaan kelarutan dan densitas. Selanjutnya, 2-Etilheksil Akrilat dimurnikan melalui proses distilasi di dalam Menara
Distilasi untuk memperoleh produk dengan kemurnian yang diinginkan yaitu sebesar 99.7%. Hasil atas Menara Distilasi kemudian akan direcycle untuk dicampurkan dengan 2-Etil Heksanol fresh feed dalam Mixer (M-01).
Sarana dan prasarana penunjang proses
meliputi air total sebanyak 435.656 kg/jam dan air make up sebanyak 8.308 kg/jam yang diperoleh dari PT. Krakatau Tirta Industri, dan udara tekan sebanyak 5 m3/jam dengan listrik sebesar 1110 kW yang diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kebutuhan Dowtherm A sebanyak 61.028 kg/jam, sedangkan untuk bahan bakar solar sebanyak 59 m3/tahun.
Pabrik 2-Etilheksil Akrilat ini memerlukan Fixed Capital Investment (FCI) sebesar
US$113.539.154 atau Rp1.929.552.505.391 dan Working Capital (WC) sebesar
US$67.936.059 atau Rp1.154.546.156.396. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, diperoleh
nilai Return of Investement (ROI) sebelum pajak sebesar 33,63% dan sesudah pajak
sebesar 30,27%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 2,29 tahun dan sesudah pajak
sebesar 2,48 tahun, Break Even Point (BEP) sebesar 40,71%, Shut Down Point (SDP)
sebesar 14,27%, dan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 24,18%. Dengan
mempertimbangkan aspek teknik dan ekonomi, pabrik 2-Etilheksil Akrilat dengan
kapasitas 70.000 ton/tahun dinilai layak untuk dikaji lebih lanjut.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ESP, Gas Lock, Machine Learning, Random Forest |
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Perminyakan |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 06:59 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 06:59 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49677 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
