EKA HASAN YULIZAR, . (2026) HUBUNGAN BATUAN DASAR DENGAN KARAKTERISTIK ENDAPAN NIKEL LATERIT BLOK "HSN" DAERAH WASILE SELATAN, HALMAHERA TIMUR, MALUKU UTARA. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
111220080_Cover - Eka Hasan.pdf Download (96kB) |
|
|
Text
111220080_Abstrak - Eka Hasan.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
111220080_Halaman Pengesahan - Eka Hasan.pdf Download (493kB) |
|
|
Text
111220080_Daftar Isi - Eka Hasan.pdf Download (107kB) |
|
|
Text
111220080_Daftar Pustaka - Eka Hasan.pdf Download (122kB) |
|
|
Text
111220080_Fulltext - Eka Hasan.pdf Restricted to Repository staff only Download (46MB) |
Abstract
Endapan nikel laterit terbentuk dari pelapukan batuan ultramafik. Halmahera Timur merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya nikel laterit karena tersusun oleh kompleks batuan ultramafik yang berperan sebagai sumber nikel. Karakteristik endapan nikel laterit dipengaruhi oleh kondisi batuan dasar seperti variasi litologi dan tingkat serpentinisasi. Kajian mengenai hubungan batuan dasar dan karakteristik endapan nikel laterit diperlukan untuk memahami genesa dan distribusi nikel laterit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi, karakteristik batuan dasar, karakteristik endapan nikel laterit, dan hubungan antara batuan dasar dan endapan nikel laterit pada Blok “HSN” daerah Wasile Selatan, Halmahera Timur, Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan geologi lapangan, petrografi, XRF, dan analisis stereografis. Hasil penelitian menunjukkan geomorfologi daerah penelitian disusun oleh Perbukitan Struktural (S1) dan Lereng Struktural (S2). Karakteristik batuan dasar daerah penelitian bervariasi berdasarkan litologi dan tingkat serpentinisasi antara lain harzburgit terserpentinisasi rendah, lherzolit terserpentinisasi sangat rendah, lherzolit terserpentinisasi rendah, dan serpentinit. Secara fisik endapan nikel laterit dibagi menjadi zona top soil, limonit, saprolit, dan bedrock. Ketebalan limonit bervariasi dari 1-25,3 m dan saprolit antara 1 – 31 m. Secara geokimia, Ni terkayakan pada zona saprolit, sedangkan Co, Fe, dan Al₂O₃ terkayakan pada limonit. Harzburgit dan lherzolit umumnya berasosiasi dengan kadar Ni, Fe, dan MgO yang lebih tinggi dibandingkan serpentinit, sedangkan serpentinit menunjukkan kadar SiO₂ yang lebih tinggi. Tingkat serpentinisasi sangat rendah hingga rendah cenderung menghasilkan kadar Ni yang lebih tinggi, sementara serpentinisasi tinggi berhubungan dengan peningkatan SiO₂. Tren SM ratio berbanding lurus dengan tingkat serpentinisasi. Pada kondisi morfologi dan struktur geologi yang relatif seragam, karakteristik batuan dasar menjadi salah satu faktor utama yang mengontrol distribusi nikel pada daerah penelitian.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nikel Laterit, Batuan Dasar, Serpentinisasi, XRF, Wasile Selatan |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 04:14 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 04:14 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49663 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
