PRARANCANGAN PABRIK KIMIA METANOL DARI GAS ALAM DENGAN METODE DRY REFORMING KAPASITAS 90.000 TON/TAHUN

AKBAR MAULANA YUSUF, . and Rindiyani Alam Fitri, . (2026) PRARANCANGAN PABRIK KIMIA METANOL DARI GAS ALAM DENGAN METODE DRY REFORMING KAPASITAS 90.000 TON/TAHUN. Skripsi thesis, UPN "VETERAN" YOGYAKARTA.

[thumbnail of 121210034_Cover - Akbar Maulana Yusuf.pdf] Text
121210034_Cover - Akbar Maulana Yusuf.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of 121210034_Abstrak - Akbar Maulana Yusuf.pdf] Text
121210034_Abstrak - Akbar Maulana Yusuf.pdf

Download (440kB)
[thumbnail of 121210034_Halaman Pengesahan - Akbar Maulana Yusuf.pdf] Text
121210034_Halaman Pengesahan - Akbar Maulana Yusuf.pdf

Download (106kB)
[thumbnail of 121210034_Daftar Isi - Akbar Maulana Yusuf.pdf] Text
121210034_Daftar Isi - Akbar Maulana Yusuf.pdf

Download (466kB)
[thumbnail of 121210034_Daftar Pustaka - Akbar Maulana Yusuf.pdf] Text
121210034_Daftar Pustaka - Akbar Maulana Yusuf.pdf

Download (634kB)
[thumbnail of 121210034_Fulltext - Akbar Maulana Yusuf.pdf] Text
121210034_Fulltext - Akbar Maulana Yusuf.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (56MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Methanol (CH₅OH) merupakan senyawa yang dimanfaatkan menjadi bahan
baku yang paling banyak dibutuhkan dalam industri kimia karena dapat digunakan
untuk berbagai macam kebutuhan, seperti pada pembuatan bahan perekat,
formaldelhid, bahan pengawet, bahan bakar, tekstil, selain itu metanol juga
berperan sebagai antifreeze dan inhibitor dalam kegiatan migas. Pabrik methanol
dirancang berkapasitas 90.000 ton/tahun dan direncanakan berlokasi di Muaro
Jambi, Jambi, dengan luas lahan 9 hektar. Bahan baku utama berupa gas alam
yang dipasok dari sumur gas yang dikelola oleh PT. Pertamina EP Jambi. Pabrik
mempekerjakan 172 karyawan dan beroperasi secara kontinu selama 330 hari per
tahun.
Tahapan pertama dalam proses produksi metanol ini yaitu proses
pembentukan syngas dengan teknik dry reforming, dimana dalam dry reforming ini
reaksi berjalan secara endotermis sehingga memerlukan suhu yang tinggi. Oleh
karena itu feed yang berupa natural gas harus di preheater terlebih dahulu untuk
dipanaskan hingga suhunya mencapai 700˚C sebelum menuju reactor-210. Hasil
reaksi ini kemudian dialirkan menuju heater untuk dipanaskan kembali hingga
suhu 250˚C kemudian diumpankan ke reactor-220 yang berupa reactor fixed bed
multitube dengan menggunakan katalis Cu/ZnO/Al2O3. Reaksi pada R-220 ini
merupakan eksotermik sehingga memerlukan media pendingin dari cooling water.
Hasil reaksi ini dialirkan ke separator untuk selanjutnya dipisahkan antara fasa
gas dan cair. Hasil atas separator yang berupa gas ini selanjutnya digunakan
sebagai bahan bakar furnace pada utilitas dan sisanya sebagai side produk untuk
dijual, sedangkan hasil bawah separator yang berupa liquid di umpankan ke
menara distilasi untuk dipisahkan antara metanol dengan air . Hasil atas menara
distilasi ini berupa metanol sebanyak 11380,7 kg/jam, sedangkan hasil bawah
dialirkan ke unit pengolahan limbah..
Berdasarkan evaluasi ekonomi, pabrik methanol membutuhkan Fixed
Capital Investment (FCI) Rp27.023.398.245,41 dan $1.426.112.103,30, serta
Working Capital Investment (WCI) sebesar Rp30.025.998.050,46 dan
$12.132.973. Analisis ekonomi pabrik kimia methanol ini menunjukkan nilai ROI
sebelum pajak sebesar 45,37% dan nilai ROI setelah pajak 36,29%, nilai POT
sebelum pajak 1,81 tahun dan setelah pajak 2,16 tahun, BEP sebesar 40,04%
kapasitas produksi, SDP sebesar 16.52% kapasitas produksi, dan DCFR sebesar
61,78%.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Methanol, Gas alam, Dry Reforming, Reaktor Fixed-Bed Multitube.
Subjek: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Kimia
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 09 Oct 2026 02:27
Last Modified: 09 Oct 2026 02:27
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49646

Actions (login required)

View Item View Item