Pengaruh Variasi Temperatur Artificial Aging terhadap Evolusi Struktur Mikro, Kekerasan, dan Ketahanan Korosi Aluminium 6061 dalam Lingkungan Air Laut Buatan

Saputra, Andika Septian Niko (2026) Pengaruh Variasi Temperatur Artificial Aging terhadap Evolusi Struktur Mikro, Kekerasan, dan Ketahanan Korosi Aluminium 6061 dalam Lingkungan Air Laut Buatan. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 116220015_Cover - ANDIKA NIKO.pdf] Text
116220015_Cover - ANDIKA NIKO.pdf

Download (110kB)
[thumbnail of 116220015_Abstrak - ANDIKA NIKO.pdf] Text
116220015_Abstrak - ANDIKA NIKO.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of 116220015_Halaman Pengesahan  - ANDIKA NIKO.pdf] Text
116220015_Halaman Pengesahan - ANDIKA NIKO.pdf

Download (67kB)
[thumbnail of 116220015_Daftar Isi - ANDIKA NIKO.pdf] Text
116220015_Daftar Isi - ANDIKA NIKO.pdf

Download (137kB)
[thumbnail of 116220015_Daftar Pustaka - ANDIKA NIKO.pdf] Text
116220015_Daftar Pustaka - ANDIKA NIKO.pdf

Download (102kB)
[thumbnail of 116220015_Full Text - ANDIKA NIKO.pdf] Text
116220015_Full Text - ANDIKA NIKO.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Aluminium 6061 merupakan salah satu paduan aluminium yang banyak digunakan
karena memiliki kombinasi sifat mekanik dan ketahanan korosi yang baik. Namun,
sifat tersebut sangat dipengaruhi oleh perlakuan panas, khususnya proses artificial
aging yang mengontrol evolusi struktur mikro melalui pembentukan presipitat.
Variasi temperatur aging dapat menyebabkan perubahan ukuran, distribusi, dan
komposisi presipitat seperti fase β (Mg2Si) dan fase kompleks Q yang berpengaruh
langsung terhadap kekerasan serta perilaku korosi material, terutama dalam
lingkungan agresif seperti air laut buatan yang mengandung ion klorida (Cl-).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur aging
terhadap struktur mikro, kekerasan, dan ketahanan korosi aluminium 6061. Metode
yang digunakan meliputi perlakuan solution heat treatment dengan temperatur
550˚C selama 2 jam lalu dilakukan quenching menggunakan media dry ice,
kemudian dilanjutkan dengan proses artificial aging pada temperatur 180˚C, 200˚C,
dan 220˚C selama 6 jam. Karakterisasi dilakukan menggunakan Optical
Microscope (OM), SEM EDS Mapping, uji kekerasan Rockwell, serta uji korosi
polarisasi potensiodinamik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur aging
berpengaruh signifikan terhadap sifat material. Kondisi 180˚C menghasilkan laju
korosi terendah sebesar 1,01 x 10-3 mm/year dengan struktur mikro yang homogen.
Pada kondisi 200˚C diperoleh kekerasan maksimum (87,5 HRB) namun laju korosi
tertinggi (3,89 x 10-3 mm/year) akibat peningkatan fase Q dan heterogenitas.
Sementara itu, pada kondisi 220˚C terjadi overaging yang menyebabkan penurunan
kekerasan dan sedikit penurunan laju korosi. Sehingga dari hasil tersebut, diperoleh
temperatur aging optimum pada kondisi 180˚C.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: aging, aluminium 6061, korosi, struktur mikro, fasa Q
Subjek: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Metalurgi
Depositing User: UPA Perpustakaan
Date Deposited: 08 Oct 2026 06:31
Last Modified: 08 Oct 2026 06:31
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49612

Actions (login required)

View Item View Item