ADELIA, MIA (2026) MITIGASI RISIKO PENGADAAN BAHAN BAKU PADA INDUSTRI KEJU MENGGUNAKAN DEMATEL- ANALYTIC NETWORK PROCESS DAN HOUSE OF RISK. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
122220006_Cover - 006_MIA ADELIA_TI-A.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
122220006_Abstrak - 006_MIA ADELIA_TI-A.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
122220006_Halaman Pengesahan - 006_MIA ADELIA_TI-A.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
122220006_Daftar Isi - 006_MIA ADELIA_TI-A.pdf Download (290kB) |
|
|
Text
122220006_Daftar Pustaka - 006_MIA ADELIA_TI-A.pdf Download (294kB) |
|
|
Text
122220006_Fulltext - 006_MIA ADELIA_TI-A.pdf Download (21MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi mitigasi risiko pengadaan bahan baku
keju pada PT Mazaraat Lokanatura Indonesia. Bahan baku yang dianalisis meliputi
susu sapi, susu kambing, rennet, lipase, bakteri baik, dan garam. Metode yang
digunakan adalah DEMATEL–ANP (DANP) untuk menentukan hubungan sebab
akibat dan bobot prioritas risk event, serta House of Risk (HOR) untuk menentukan
prioritas risk agent dan tindakan mitigasi. Data diperoleh melalui studi literatur dan
kuesioner expert (Manager Operasional). Hasil DANP menunjukkan bahwa risiko
prioritas pada pengadaan susu sapi meliputi ketidaklancaran arus kas, pemasok
menahan pasokan, dan kerusakan produk saat pengiriman (bobot 0,200000). Pada
susu kambing, risiko prioritas meliputi ketersediaan stok pemasok kosong,
ketidaklancaran arus kas, dan kerusakan produk saat pengiriman (bobot 0,250000),
sedangkan pada rennet meliputi ketersediaan stok pemasok kosong dan
ketidaksesuaian waktu pengiriman (bobot 0,333333). HOR fase 1 mengidentifikasi
risk agent prioritas berupa keterlambatan proses produksi pemasok atau ekspedisi
(ARP 240), tidak membuka kemungkinan pemasok lain (ARP 225), dan
kompetensi SDM yang minim (ARP 189). HOR fase 2 menghasilkan tindakan
mitigasi prioritas berupa penerapan pemasok cadangan (multi sourcing),
penjadwalan dan monitoring pengiriman, serta pelatihan kompetensi dan standard
work. Analisis sensitivitas dengan perubahan bobot DANP sebesar ±10%, ±20%,
dan ±30% menunjukkan bahwa urutan risiko prioritas tetap stabil. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bobot DANP yang diperoleh andal dan dapat digunakan
sebagai dasar dalam penyusunan strategi mitigasi risiko pengadaan bahan baku
keju.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mitigasi risiko, pengadaan bahan baku, DANP, House of Risk, risk event, risk agent, industri keju. |
| Subjek: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 07:24 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 07:30 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49530 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
