AULIA AZMI NABILA, . (2026) INTERPRETASI GEOMETRI PADA CEKUNGAN BINTUNI, PAPUA BARAT BERBASIS PEMODELAN 3D MENGGUNAKAN METODE GRAVITASI (Gz) DAN ANALISIS ATRIBUT FULL TENSOR GRADIOMETRY (FTG). Tugas Akhir thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_115220009 - Aulia Azmi Nabila.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
Abstrak_115220009 - Aulia Azmi Nabila.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_115220009 - Aulia Azmi Nabila.pdf Download (443kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_115220009 - Aulia Azmi Nabila.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_115220009 - Aulia Azmi Nabila.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
DTS_115220009 - Aulia Azmi Nabila.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
"Interpretasi geometri cekungan pada cekungan sedimen memerlukan metode geofisika yang mampu mendeteksi variasi kontras densitas secara detail. Full Tensor Gradiometry (FTG) (Txx, Tyy, Tzz, Txy, Txz, Tyz) merupakan pengembangan metode gravitasi yang memanfaatkan komponen gradien medan gravitasi untuk memperoleh informasi densitas bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan 3D data gravitasi guna menginterpretasikan geometri cekungan pada Cekungan Bintuni, Papua Barat.
Analisis kualitatif dilakukan menggunakan parameter Total Horizontal Gradient (THG), Total Horizontal Curvature (THC) serta komponen tensor Tzz untuk mengidentifikasi batas struktur geologi. Secara kualitatif, peta THG, THC dan Tzz memperlihatkan zona gradien yang membentuk pola linier dengan kecenderungan arah barat laut-tenggara (NW-SE) dengan keberadaan sedimen Tersier yang mengisi bagian tengah cekungan, terutama Formasi Faumai yang didominasi Batugamping karbonat serta Formasi Waripi yang tersusun oleh Batupasir, Serpih, dan Sedimen klastik dengan nilai densitas rendah. Selanjutnya, proses inversi menggunakan data gravitasi (Gz) dilakukan menggunakan Singular Value Decomposition (SVD) untuk mengoptimasi densitas bawah permukaan, dan regularisasi Occam untuk memperoleh model densitas yang stabil dan halus.
Hasil pemodelan 3D menunjukkan variasi densitas batuan berkisar antara 1-3 g/cm³ dengan kedalaman pada model sekitar 15 km. Densitas rendah pada bagian tengah wilayah penelitian diinterpretasikan sebagai akumulasi sedimen pada sistem cekungan, sedangkan densitas yang lebih tinggi pada bagian tepi model menunjukkan keberadaan batuan yang lebih kompak atau bagian dari Batuan dasar (basement). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemodelan 3D menunjukkan geometri cekungan berupa depresi di daerah penelitian sampai pada kedalaman hingga 10 km yang dikontrol oleh struktur berarah NW-SE, dengan kontras densitas antara zona sedimen dan Batuan dasar.
"
| Item Type: | Tugas Akhir (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cekungan Bintuni, Full Tensor Gradiometry, Pemodelan 3D, THC, THG |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 05 Oct 2026 06:43 |
| Last Modified: | 05 Oct 2026 06:43 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
