ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI AKTUAL PADA AREA TEGAKAN DAN TUMBUHAN CAGAR ALAM IMOGIRI DI KAPANEWON IMOGIRI, BANTUL, D.I. YOGYAKARTA

PRIFAHIKA, PRILA (2026) ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI AKTUAL PADA AREA TEGAKAN DAN TUMBUHAN CAGAR ALAM IMOGIRI DI KAPANEWON IMOGIRI, BANTUL, D.I. YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf] Text
Cover_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf

Download (140kB)
[thumbnail of Abstrak_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf] Text
Abstrak_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf

Download (252kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf] Text
Halaman Pengesahan_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of Daftar Isi_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf] Text
Daftar Isi_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf

Download (487kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf] Text
Daftar Pustaka_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf

Download (259kB)
[thumbnail of DTS(Skripsi)_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf] Text
DTS(Skripsi)_114220142 - PRILA PRIFAHIKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Keberadaan Cagar Alam di Imogiri ini berbeda dengan cagar alam lainnya karena
masih dalam proses penyesuaian dari hutan produksi menjadi hutan alami.
Sebelumnya yang merupakan hutan produksi terdapat kayu putih yang menjadi
salah satu vegetasi produksi memperbesar erosi. Erosi merupakan salah satu
indikator bahwa suatu lahan mengalami kerusakan. Permasalahan ini terjadi karena
hutan produksi berubah menjadi cagar alam dan belum ada penataan lahan yang
dilakukan sebagaimana fungsi cagar alam pada umumnya. Penelitian ini sangat
penting dalam mengetahui seberapa besar pengaruh vegetasi hutan produksi yang
masih tersisa, serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan oleh vegetasi
tersebut terhadap lahan di sekitarnya.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling berdasarkan perbedaan
bentuk pertumbuhan. Pengukuran tongkat dipasang pada area tegakan dan
tumbuhan bawah. Terdapat 4 titik pengukuran besar erosi dalam penentuan kelas
Tingkat Bahaya Erosi yang dilakukan selama 45 hari kejadian hujan dengan 36 hari
penurunan tanah, LP 18 terdiri 9 tongkat panjang lereng tererosi 1,7 m, LP 19 terdiri
15 tongkat panjang lereng 6,43, LP 20 terdiri 9 tongkat panjang lereng tererosi 1,62
m, LP 21 terdiri 15 tongkat panjang lereng 3,11 m. Pengambilan sampel tanah pada
setiap area dilakukan untuk mengetahui nilai berat volume tanah yang di uji serta
dihitung untuk memperoleh nilai besar erosi.
Hasil penelitian menunjukkan total besar erosi tegakan sebesar 1.301,87 ton/ha dan
tumbuhan bawah sebesar 383,55 ton/ha sehingga tingkat bahaya erosi LP 18
sebesar 34,5 ton/ha/tahun di kelas berat dan LP 19 sebesar 61,57 ton/ha/tahun di
kelas sangat berat, LP 20 sebesar 10,12 ton/ha/tahun kelas sedang dan LP 21 sebesar
18,82 ton/ha/tahun kelas berat. Adanya perbedaan kelas TBE setiap areanya
dipengaruhi oleh bentuk pertumbuhannya. Bentuk pertumbuhan menentukan
kemampuan vegetasi dalam melindungi permukaan tanah, meredam energi pukulan
air hujan, serta menghambat limpasan permukaan. Selain itu, perbedaan setiap LP
pada areanya dipengaruhi juga dengan panjang lereng tererosi. Sehingga arahan
pengelolaan dilakukan dengan metode konservasi secara vegetatif pada area
tegakan dengan penanaman rumput vetiver dan area tumbuhan bawah dengan
pohon aren.
Kata kunci: Cagar Alam Imogiri, Erosi, Bentuk Pertumbuhan Vegetasi, Tingkat
Bahaya Erosi

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: PRILA PRIFAHIKA (Penulis-114.220.142) ; Aditya Pandu Wicaksono (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Cagar Alam Imogiri, Erosi, Bentuk Pertumbuhan Vegetasi, Tingkat Bahaya Erosi
Subjek: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Lingkungan
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 30 Sep 2026 02:56
Last Modified: 30 Sep 2026 02:56
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49427

Actions (login required)

View Item View Item