ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERHUTANAN SOSIAL OLEH MASYARAKAT PADA KTHKm HANDAYANI DI PALIYAN GUNUNGKIDUL

Forestayanto, Ade Mei (2026) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN PERHUTANAN SOSIAL OLEH MASYARAKAT PADA KTHKm HANDAYANI DI PALIYAN GUNUNGKIDUL. Tesis thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 235241004_Cover - Ade Mei Forestayanto.pdf] Text
235241004_Cover - Ade Mei Forestayanto.pdf

Download (262kB)
[thumbnail of 235251004_Abstract - Ade Mei Forestayanto.pdf] Text
235251004_Abstract - Ade Mei Forestayanto.pdf

Download (237kB)
[thumbnail of 235241004_Halaman Pengesahan - Ade Mei Forestayanto.pdf] Text
235241004_Halaman Pengesahan - Ade Mei Forestayanto.pdf

Download (305kB)
[thumbnail of 235241004_Daftar Isi - Ade Mei Forestayanto.pdf] Text
235241004_Daftar Isi - Ade Mei Forestayanto.pdf

Download (225kB)
[thumbnail of 235241004_Daftar Pustaka - Ade Mei Forestayanto.pdf] Text
235241004_Daftar Pustaka - Ade Mei Forestayanto.pdf

Download (235kB)
[thumbnail of 235241004_Analisis Faktor yang Memengaruhi Keberlanjutan Pengelolaan Perhutanan Sosial oleh Masyarakat pada KTHKm Handayani di Paliyan Gunungkidul - Ade Mei Forestayanto.pdf] Text
235241004_Analisis Faktor yang Memengaruhi Keberlanjutan Pengelolaan Perhutanan Sosial oleh Masyarakat pada KTHKm Handayani di Paliyan Gunungkidul - Ade Mei Forestayanto.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Program Perhutanan Sosial di Indonesia terus berkembang, namun bukti empiris
mengenai pengaruh faktor kelembagaan terhadap keberlanjutan pengelolaan di
tingkat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan
keberlanjutan pengelolaan Perhutanan Sosial di KTHKm Handayani, Paliyan,
Gunungkidul, dengan mengintegrasikan kerangka Ekonomi Kelembagaan Baru dan
prinsip-prinsip desain Elinor Ostrom. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif melalui survei terhadap 52 responden dari 109 anggota kelompok. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan secara keseluruhan tergolong
rendah (skor 2,31), yang mencerminkan belum optimalnya kinerja kelembagaan.
Tingkat keterpenuhan prinsip-prinsip Ostrom bervariasi, dengan sanksi bertingkat
sebagai dimensi terlemah (46,28%). Analisis inferensial menunjukkan bahwa
variabel kelembagaan secara simultan menjelaskan 84,9% variasi keberlanjutan
(Adjusted R² = 0,849). Secara parsial, biaya transaksi (p = 0,001) dan modal sosial
(p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan hak kepemilikan tidak
berpengaruh signifikan (p = 0,622). Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan
pengelolaan lebih ditentukan oleh efektivitas implementasi kelembagaan dan
dinamika sosial lokal dibandingkan dengan keberadaan aturan formal semata.
Penelitian ini memperkuat bukti empiris mengenai pentingnya kinerja kelembagaan
dalam menentukan keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Kata kunci: Perhutanan Sosial, keberlanjutan, prinsip Ostrom, ekonomi
kelembagaan baru, KTHKm Handayani.

Item Type: Tugas Akhir (Tesis)
Additional Information: Ade Mei Forestayanto (Penulis-235241004) ; Nanik Dara Senjawati (Pembimbing 1) , Budi Widayanto (Pembimbing 2)
Uncontrolled Keywords: Perhutanan Sosial, keberlanjutan, prinsip Ostrom, ekonomi kelembagaan baru, KTHKm Handayani.
Subjek: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > (S2) Magister Agribisnis
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 23 Sep 2026 01:35
Last Modified: 23 Sep 2026 01:44
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49381

Actions (login required)

View Item View Item