Perbandingan Penggunaan Kriteria Mohr-Coulomb Dan HoekBrown Terhadap Analisis Kestabilan Lereng Batu Gamping

I DEWA PUTU GEDE WAHYU ADIANA PUTRA, . and Rochsyid Anggara, . (2026) Perbandingan Penggunaan Kriteria Mohr-Coulomb Dan HoekBrown Terhadap Analisis Kestabilan Lereng Batu Gamping. Jurnal Ilmu Multidisplin, V (1). pp. 733-744. ISSN 2829-4580

[thumbnail of 112220169_Cover_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf] Text
112220169_Cover_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf

Download (173kB)
[thumbnail of 112220169_LoA_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf] Text
112220169_LoA_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf

Download (407kB)
[thumbnail of 112220169_Halaman Pengesahan_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf] Text
112220169_Halaman Pengesahan_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf

Download (393kB)
[thumbnail of 112220169_Fulltext_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf] Text
112220169_Fulltext_Jurnal - Dewa Wahyu.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kestabilan lereng dalam kegiatan penambangan sangat dipengaruhi oleh
karakteristik massa batuan dan juga keterdapatan bidang diskontinu pada lereng tersebut.
Pembentukan lereng dalam kegiatan penambangan perlu melalui berbagai kajian serta analisis untuk menemukan geometri lereng optimal baik dari aspek keamanan maupun
keekonomiannya. Penelitian ini akan membandingkan dua kriteria yang biasa digunakan dalam analisis kestabilan lereng yakni kriteria Mohr-Coulomb dan kriteria Hoek-Brown untuk menganalisis lereng batu gamping sehingga dapat mengetahui kriteria yang memberikan hasil analisis paling optimal dengan nilai faktor keamanan yang tidak berlebih (overestimate). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GeoStudio 2023.1 dengan metode Morgenstern-Price pada tiga desain lereng dengan single slope 90°, 80°, dan 70°. Data yang digunakan dalam analisis ini meliputi hasil uji sifat fisik, uji kuat tekan uniaksial (UCS), dan pembacaan nilai Geological Strength Index (GSI). Berdasarkan hasil analisis diperoleh rentang nilai faktor keamanan (FK) dengan model Hoek-Brown sebesar 1,37–1,59 untuk lereng keseluruhan dan 1,26–1,53 untuk lereng tunggal, sedangkan model Mohr-Coulomb menghasilkan rentang nilai FK sebesar 1,80–2,09 untuk lereng keseluruhan dan 1,66–2,01 untuk lereng tunggal. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model Hoek-Brown menghasilkan nilai FK lebih kecil dibandingkan model Mohr-Coulomb karena mempertimbangkan Geological Strength Index (GSI) dan faktor gangguan yang terjadi di
lapangan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kestabilan lereng, Hoek-brown, Mohr-Coulomb, Morgenstern-Price, GeoStudio
Subjek: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Pertambangan
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 02 Sep 2026 02:06
Last Modified: 02 Sep 2026 02:06
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49276

Actions (login required)

View Item View Item