ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI ROBUSTA TEMANGGUNG DAN ARABIKA BANJARNEGARA DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (Studi Kasus pada Sellie Coffee Yogyakarta)

NINAWATI, MEVITA (2026) ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI ROBUSTA TEMANGGUNG DAN ARABIKA BANJARNEGARA DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (Studi Kasus pada Sellie Coffee Yogyakarta). Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 135220034_Cover - Mevita Ninawati.pdf] Text
135220034_Cover - Mevita Ninawati.pdf

Download (127kB)
[thumbnail of 135220034_Abstrak - Mevita Ninawati.pdf] Text
135220034_Abstrak - Mevita Ninawati.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of 135220034_Halaman Pengesahan - Mevita Ninawati.pdf] Text
135220034_Halaman Pengesahan - Mevita Ninawati.pdf

Download (653kB)
[thumbnail of 135220034_Daftar Isi - Mevita Ninawati.pdf] Text
135220034_Daftar Isi - Mevita Ninawati.pdf

Download (239kB)
[thumbnail of 135220034_Daftar Pustaka - Mevita Ninawati.pdf] Text
135220034_Daftar Pustaka - Mevita Ninawati.pdf

Download (150kB)
[thumbnail of 135220034_Fulltext - Mevita Ninawati.pdf] Text
135220034_Fulltext - Mevita Ninawati.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis persediaan optimal biji kopi pada
Sellie Coffee; 2) Menganalisis banyaknya persediaan pengaman (safety stock) pada
Sellie Coffee; 3) Menganalisis titik pemesanan kembali bahan baku pada Sellie
Coffee. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi
kasus. Penelitian ini telah dilakukan di Sellie Coffee. Metode penentuan responden
yang dilakukan adalah purposive. Teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis EOQ, safety stock, reorder point, total inventory cost. Hasil penelitian
diperoleh: 1) Kuantitas pemesanan optimal untuk biji kopi Robusta Banjarnegara
adalah sebesar 231.63 kg/pemesanan dengan frekuensi pemesanan sebanyak 9 kali
dalam satu tahun. Sedangkan kuantitas pemesanan optimal untuk biji kopi arabika
adalah sebesar 22,5 kg/pemesanan dengan frekuensi sebesar 7 kali setiap tahun. 2)
Banyaknya persediaan pengaman (safety stock) biji kopi robusta adalah sebesar
82,8 kg, sedangkan untuk biji kopi arabika sebesar 7,6 kg. 3) Titik pemesanan
kembali (reorder point) bahan baku biji kopi Robusta Temanggung adalah sebesar
99,1 kg dan untuk biji kopi Arabika Banjarnegara sebesar 9,2 kg. Implikasi
penelitian ini adalah Sellie Coffee dapat menerapkan metode EOQ, safety stock, dan
reorder point sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian persediaan
bahan baku kopi agar lebih efisien, mampu mengurangi risiko kekurangan dan
kelebihan stok, serta mendukung kelancaran operasional usaha.
Kata kunci: EOQ, Persediaan, reorder point, safety stock

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: MEVITA NINAWATI (Penulis-135220034) ; (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: EOQ, Persediaan, reorder point, safety stock
Subjek: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > (S1) Agribisnis
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 27 Aug 2026 01:40
Last Modified: 27 Aug 2026 01:40
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49251

Actions (login required)

View Item View Item