PERTUMBUHAN MIKROSTEK KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI MIO-INOSITOL DAN BENZYL AMINO PURINE SECARA IN VITRO

Christin Eunike V Br Sinukaban, . (2026) PERTUMBUHAN MIKROSTEK KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI MIO-INOSITOL DAN BENZYL AMINO PURINE SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_134220027.pdf] Text
Cover_134220027.pdf

Download (165kB)
[thumbnail of Abstrak_134220027.pdf] Text
Abstrak_134220027.pdf

Download (283kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_134220027.pdf] Text
Halaman Pengesahan_134220027.pdf

Download (435kB)
[thumbnail of Daftar Isi_134220027.pdf] Text
Daftar Isi_134220027.pdf

Download (248kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_134220027.pdf] Text
Daftar Pustaka_134220027.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of Fulltext_134220027.pdf] Text
Fulltext_134220027.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: https:upnvyk.ac.id/

Abstract

Kentang merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia, namun produktivitasnya masih rendah akibat keterbatasan bibit unggul. Kultur jaringan menjadi salah satu solusi perbanyakan bibit kentang yang keberhasilannya dipengaruhi oleh komposisi media, termasuk mio-inositol dan Benzyl Amino Purine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada interaksi antara perlakuan mio-inositol dan BAP, serta konsentrasi mio-inositol dan BAP paling baik terhadap pertumbuhan mikrostek kentang. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu konsentrasi mio-inositol (75; 100; dan 125 mg/L) serta BAP (0,5; 1; 1,5; dan 2 mg/L). Parameter yang diamati meliputi, persentase hidup, saat tumbuh tunas, tinggi planlet, jumlah tunas, jumlah dan warna daun, jumlah ruas, jumlah cabang, dan bobot segar planlet. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan diuji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan macam konsentrasi mio-inositol dan BAP pada jumlah cabang planlet kentang. Perlakuan mio-inositol 100 mg/L dan 125 mg/L memberikan hasil terbaik pada parameter saat muncul tunas planlet kentang. Perlakuan BAP 1,5 mg/L dan 2 mg/L memberikan hasil terbaik saat muncul tunas planlet kentang.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: CHRISTIN EUNIKE V BR SINUKABAN (Penulis - 134220027); Ir. Ari Wijayani, M.P. (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Kentang, mio-inositol, BAP, mikrostek, in vitro
Subjek: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions: Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 04 Jun 2026 00:57
Last Modified: 04 Jun 2026 00:58
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49102

Actions (login required)

View Item View Item