ANALISIS GEOMEKANIKA TERHADAP STABILITAS LERENG PADA PENAMBANGAN BATUBARA CURAM-STUDI KASUS PENAMBANGAN TERBUKA BATUBARA PT ETAM MANUNGGAL JAYA

Markus Ola, . (2026) ANALISIS GEOMEKANIKA TERHADAP STABILITAS LERENG PADA PENAMBANGAN BATUBARA CURAM-STUDI KASUS PENAMBANGAN TERBUKA BATUBARA PT ETAM MANUNGGAL JAYA. Tesis thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_212222010.pdf] Text
Cover_212222010.pdf

Download (138kB)
[thumbnail of Abstrak_212222010.pdf] Text
Abstrak_212222010.pdf

Download (214kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_212222010.pdf] Text
Halaman Pengesahan_212222010.pdf

Download (257kB)
[thumbnail of Daftar Isi_212222010.pdf] Text
Daftar Isi_212222010.pdf

Download (130kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_212222010.pdf] Text
Daftar Pustaka_212222010.pdf

Download (219kB)
[thumbnail of Fulltext_212222010.pdf] Text
Fulltext_212222010.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Penambangan di PT Etam Manunggal Jaya memiliki lapisan batubara dengan kemiringan curam antara 69°-90° dan ketebalan 1–7,3 meter. Proses perencanaan desain pit diperlukan pemahaman mendalam terhadap karakteristik lapisan batuan dengan kemiringan curam yang berkontribusi terhadap stabilitas lereng penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiringan lapisan batuan terhadap karakteristik sifat fisik dan mekanik batuan pembentuk lereng, perilaku deformasi terhadap stabilitas lereng dan penentuan bidang gelincir kritis sehingga memberikan gambaran yang lebih representatif tentang tingkat
stabilitas lereng melalui metode elemen hingga (finite element method).
Berdasarkan analisis karakterisasi sifat fisik dan mekanik batuan pada penambangan batubara curam diperoleh bahwa kadar air pada batuan sedimen berpengaruh signifikan terhadap penurunan nilai kuat tekan uniaksial dan kohesi batuan. Hasil pemodelan lereng menunjukan pola deformasi dan perpindahan horizontal yang berbeda-beda pada kemiringan lapisan antara 69° hingga 87°. Zona tegangan cenderung meluas terutama pada lapisan batubara karena memiliki modulus elastisitas paling rendah dibandingkan litologi lainnya, sehingga mudah mengalami deformasi. Pada sudut 87°, mekanisme keruntuhan yang terjadi umumnya berupa runtuhan batuan (rockfall) akibat pelepasan blok sepanjang bidang diskontinuitas yang searah dengan kemiringan lapisan. Berdasarkan hasil perhitungan nilai faktor keamanan longsoran guling di peroleh bahwa lereng tidak mengalami potensi gulingan ditandai dengan blok kunci (key blok) pada kaki lereng (blok 1 – blok 4) mempunyai nilai FK ≥ 1,5 maka penentuan bidang gelincir kritis (critical slip surface) diketahui melalui regangan geser plastis hasil permodelan
yang menunjukan pola bidang gelincir tidak melingkar (non-circular).

Item Type: Tugas Akhir (Tesis)
Additional Information: MARKUS OLA (Penulis - 212222010) ; Singgih Saptono (Pembimbing 1) ; Barlian Dwinagara (Pembimbing 2)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Batubara curam, perilaku deformasi, stabilitas lereng
Subjek: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S2) Magister Teknik Pertambangan
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 02 Jun 2026 01:12
Last Modified: 02 Jun 2026 01:12
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49039

Actions (login required)

View Item View Item