Beatrix Damanik, . (2026) ALASAN JEPANG TIDAK MENJATUHKAN SANKSI PENUH KEPADA RUSIA PASCA INVASI RUSIA DI UKRAINA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_151220016_Beatrix Damanik.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_151220016_Beatrix Damanik.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
3_Halaman pengesahan_151220016_Beatrix Damanik (1).pdf Download (334kB) |
|
|
Text
4_Daftar isi_151220016_Beatrix Damanik.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_151220016_Beatrix Damanik.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
6_Skripsi full_151220016_Beatrix damanik.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji alasan di balik keputusan pemerintah Jepang yang tidak menjatuhkan sanksi penuh terhadap Rusia pasca invasi ke Ukraina pada tahun 2022. Meskipun Jepang tergabung dalam kelompok G7 dan menerapkan sanksi tegas di sektor keuangan, individu, perdagangan, serta teknologi, Jepang secara spesifik mengecualikan sektor energi dengan tetap mempertahankan investasinya dalam proyek Gas Alam Cair LNG Sakhalin 2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Kerangka analisis yang digunakan adalah Teori Two Level Games dari Robert D. Putnam yang berfokus pada interaksi antara tekanan di Level I Internasional dan keterbatasan di Level II Domestik dalam membentuk Win Set kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sanksi parsial Jepang merupakan hasil kompromi dari benturan dua kepentingan yang saling bertolak belakang. Di tingkat internasional, Jepang dihadapkan pada tekanan dari Amerika Serikat dan konsensus G7 yang menuntut kepatuhan serta solidaritas aliansi untuk mengisolasi Rusia. Namun, tuntutan internasional tersebut berbenturan dengan kondisi di tingkat domestik, di mana Jepang memiliki kerentanan struktural dan ketergantungan yang tinggi terhadap pasokan gas dari proyek Sakhalin 2. Penerapan sanksi energi secara penuh diproyeksikan akan mengancam kelangsungan hidup perusahaan utilitas daerah, memicu krisis pemadaman listrik massal, dan membebani defisit kas negara secara signifikan. Interaksi dari faktor faktor risiko domestik tersebut pada akhirnya memaksa pemerintah Jepang untuk mengambil kebijakan yang pragmatis. Jepang memprioritaskan kelangsungan hidup negara dengan mengamankan pengecualian di sektor energi, sambil tetap menjaga komitmen aliansi Barat melalui kepatuhan sanksi pada sektor sektor yang berisiko rendah bagi stabilitas makroekonomi dalam negerinya.
Kata Kunci: Kebijakan Sanksi, Sanksi Energi, Jepang, Rusia, Sakhalin 2, Two Level Games, Keamanan Energi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Beatrix Damanik (Penulis - 151220016) Aryanta Nugraha ( pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan Sanksi, Sanksi Energi, Jepang, Rusia, Sakhalin 2, Two Level Games, Keamanan Energi |
| Subjek: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions J Political Science > JC Political theory J Political Science > JK Political institutions (United States) J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 29 May 2026 00:56 |
| Last Modified: | 29 May 2026 00:56 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48989 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
