STEREOTIP MAHASISWA PAPUA DI MATA PEMILIK KOS DI KLEDOKAN DAN TAMBAKBAYAN YOGYAKARTA

Gabriel Ze Hagata Peranginangin, . (2026) STEREOTIP MAHASISWA PAPUA DI MATA PEMILIK KOS DI KLEDOKAN DAN TAMBAKBAYAN YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_154220157.pdf] Text
Cover_154220157.pdf

Download (135kB)
[thumbnail of Abstrak_154220157.pdf] Text
Abstrak_154220157.pdf

Download (710kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_154220157.pdf] Text
Halaman Pengesahan_154220157.pdf

Download (347kB)
[thumbnail of Daftar Isi_154220157.pdf] Text
Daftar Isi_154220157.pdf

Download (593kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_154220157.pdf] Text
Daftar Pustaka_154220157.pdf

Download (458kB)
[thumbnail of Fulltext_154220157.pdf] Text
Fulltext_154220157.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji stereotip mahasiswa Papua pada pemilik kos di Kledokan dan Tambakbayan dan juga mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi terbentuknya stereotip, pandangan dari mahasiswa Papua ketika mengalami penolakan dan adanya stereotip yang diberikan kepada mereka dan dampaknya pada interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 1 pemilik kos yang menerima mahasiswa Papua, 1 pemilik kos yang menolak mahasiswa Papua, mahasiswa Papua, serta warga sekitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stereortip tentang mahasiswa cenderung negatif, dengan beberapa anggapan bahwa mereka memiliki perilaku keras, sering membuat keributan, kurang disiplin, meminum minuman beralkohol sampai mabuk, serta gaya komunikasi yang dianggap berbeda dan menganggu. Stereotip yang terbentuk sendiri terbentuk dari adanya pengalaman pribadi, pengaruh lingkungan sosial, serta pemberitaan media yang cenderung menampilkan berita negatif, dan minimnya interaksi langsung antara pemilik kos dan mahasiswa Papua yang memberikan adanya prasangka dan jarak sosial. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi yang terbuka dan interaksi yang intens dapat mengurangi stereotip negatif dan membangun hubungan yang lebih harmonis. Maka dari itu pentingnya komunikasi antarbudaya yang efektif serta keterbukaan dalam memahami perbedaan sebagai upaya untuk meminimalisasi stereotip dan menciptakan lingkungan sosial yang inklusif di Yogyakarta.
Kata Kunci : Stereotip, Mahasiswa Papua, Prasangka Sosial, Interaksi Sosial, Komunikasi Antarbudaya.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: GABRIEL ZE HAGATA PERANGINANGIN (PENULIS-154220157) ; SITI FATONAH (PEMBIMBING)
Subjek: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Hubungan Masyarakat
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 22 May 2026 07:18
Last Modified: 22 May 2026 07:18
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48765

Actions (login required)

View Item View Item