Yunita Terania Sitepu, . (2026) EVALUASI KESTABILAN SISTEM PENYANGGA MENGGUNAKAN RMR, Q-SYSTEM, DAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA PADA LUBANG BUKAAN TAMBANG BAWAH TANAH KENCANA, DAERAH HALMAHERA UTARA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text (Kover_111220090)
Cover_111220090.pdf Download (243kB) |
|
|
Text (Abstrak_111220090)
Abstrak_111220090.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Halaman Pengesahan_111220090)
Halaman Pengesahan_111220090.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (Daftar Isi_111220090)
Daftar Isi_111220090.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka_111220090)
Daftar Pustaka_111220090.pdf Download (8MB) |
|
|
Text (Fulltext_111220090)
Fulltext_111220090.pdf Restricted to Repository staff only Download (20MB) |
Abstract
Salah satu aspek kritis dalam operasi tambang bawah tanah adalah faktor kestabilan
yang dapat memengaruhi keselamatan pekerja dan kelangsungan produksi. Daerah
tambang bawah tanah Kencana dipengaruhi oleh proses alterasi hidrotermal dan
tektonik aktif, sehingga kestabilan oredrift sebagai jalur utama ekstraksi bijih emas
perlu diperhatikan. Penelitian dilakukan pada empat lubang bukaan, yaitu 08H,
09E, 14D, dan 00B yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyangga yang ada
dan memberikan rekomendasi penyangga yang lebih efektif. Dalam penentuan
kestabilan tiap lubang bukaan, digunakan metode RMR dan Q-System untuk
menentukan klasifikasi massa batuan, karakteristik keruntuhan, serta rekomendasi
sistem penyangga yang sesuai dengan kondisi massa batuan. Rekomendasi yang
dihasilkan selanjutnya dibandingkan dan divalidasi menggunakan pemodelan
numerik metode elemen hingga. Litologi didominasi lava andesit teralterasi
propilitik dan argilik, urat kuarsa serta keberadaan struktur geologi berupa sesar dan
kekar yang memengaruhi kondisi massa batuan. Hasil menunjukkan nilai RMR
berkisar 30 – 47 (sedang hingga buruk) dan nilai Q antara 0,002 – 0,06 (sangat
buruk sekali hingga sangat amat buruk). Tanpa penyangga, estimasi waktu
keruntuhan bervariasi antara 1,21–70 jam dengan tinggi keruntuhan 2,81 – 3,62
meter, beban runtuh senilai 7,28 – 9,37 ton/m2 dan beban atap 92,6–119,42 ton.
Panjang rockbolt yang direkomendasikan berdasarkan nilai RMR berada pada
rentang 3,31 – 4,12 meter dengan spasi 0,82 – 1,17 meter, sedangkan spasi
berdasarkan nilai Q berkisar 0,4 – 1,2 meter. Melalui pemodelan baji dan
pemodelan elemen hingga, desain sistem penyangga yang direkomendasikan
berdasarkan nilai RMR dinilai sebagai alternatif paling optimal untuk keseluruhan
lubang bukaan, sebagaimana tercermin dari nilai faktor keamanan baji dan nilai
faktor keamanan lokal yang tinggi, serta total perpindahan yang rendah.
Kata kunci: elemen hingga, kestabilan, lubang bukaan, RMR, Q-System
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | YUNITA TERANIA SITEPU (Penulis - 111220090) ; Daniel Radityo (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | elemen hingga, kestabilan, lubang bukaan, RMR, Q-System |
| Subjek: | Q Science > QE Geology T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 18 May 2026 01:20 |
| Last Modified: | 18 May 2026 01:20 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48336 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
