Analisis Hubungan Fasies Dengan Zona Salinitas Pada Formasi Balikpapan, Lapangan WIN, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur

Lawwina Margaretta Br Ginting, . (2026) Analisis Hubungan Fasies Dengan Zona Salinitas Pada Formasi Balikpapan, Lapangan WIN, Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_111220023.pdf] Text
Cover_111220023.pdf

Download (96kB)
[thumbnail of Abstrak_111220023.pdf] Text
Abstrak_111220023.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_111220023.pdf] Text
Halaman Pengesahan_111220023.pdf

Download (76kB)
[thumbnail of Daftar Isi_111220023.pdf] Text
Daftar Isi_111220023.pdf

Download (348kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_111220023.pdf] Text
Daftar Pustaka_111220023.pdf

Download (193kB)
[thumbnail of Fulltext_111220023.pdf] Text
Fulltext_111220023.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (22MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Formasi Balikpapan pada Lapangan WIN di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur merupakan wilayah dengan sistem pengendapan delta yang kompleks akibat interaksi antara proses fluvial dan pasang surut air laut. Interaksi ini menghasilkan variasi fasies dan perubahan salinitas secara lateral dan vertikal. Pemahaman hubungan antara fasies zona dan salinitas menjadi penting untuk menafsirkan evolusi lingkungan pengendapan pada sistem delta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara zona salinitas dan fasies melalui integrasi data wireline log, core, mudlog, dan data sampel air. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif melalui interpretasi wireline log untuk menentukan fasies dan lingkungan pengendapan, serta secara kuantitatif menggunakan analisis petrofisika untuk menghitung salinitas air formasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan berkembang pada delta plain, yang terbagi menjadi dua asosiasi fasies, yaitu lower delta plain dan upper delta plain. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan zona salinitas terdiri atas moderately saline dengan nilai 6900 – 7000 ppm dan highly saline dengan nilai 11950 ppm. Hubungan antara fasies dan zona salinitas memperlihatkan bahwa dalam satu fasies dapat berkembang lebih dari satu zona salinitas akibat fluktuasi muka air laut. Analisis wireline log secara vertikal, fasies lower delta plain pada kedalaman lebih dalam menunjukkan salinitas moderate hingga highly saline, sedangkan pada kedalaman lebih dangkal berkembang menjadi upper delta plain dengan salinitas moderately saline. Pola ini mengindikasikan proses progradasi, di mana suplai sedimen lebih besar dibandingkan accommodation space sehingga terjadi pergeseran dominasi dari pengaruh laut ke fluvial yang ditandai dengan penurunan salinitas secara bertahap.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Lawwina Margaretta Br Ginting (Penulis - 111220023); Sugeng Widada (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Delta, fasies, petrofisik, salinitas, Cekungan Kutai.
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: A.Md Sepfriend Ayu Kelana Giri
Date Deposited: 18 May 2026 01:07
Last Modified: 18 May 2026 01:07
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48333

Actions (login required)

View Item View Item