M. Daffa Nauval, . (2026) ANALISIS KARAKTERISTIK SITUS BERDASARKAN PARAMETER Vs30 MENGGUNAKAN METODE HVSR BERBASIS FAST-FOURIER TRANSFORM DAN HILBERT-HUANG TRANSFORM DI SANGATTA SELATAN, KALIMANTAN TIMUR. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_115220022.pdf Download (90kB) |
|
|
Text
Abstrak_115220022.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_115220022.pdf Download (304kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_115220022.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_115220022.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
Fulltext_115220022.pdf Restricted to Repository staff only Download (19MB) |
Abstract
Kecamatan Sangatta Selatan merupakan kawasan strategis nasional dengan perkembangan infrastruktur yang pesat.Kejadian longsor di ruas Jalan Nasional Sangatta hingga Simpang Perdau menunjukkan pentingnya pemahaman kondisi bawah permukaan tidak hanya dari aspek geoteknik statik, tetapi juga karakteristik situs. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi situs berdasarkan parameter Vs30 menggunakan metode mikrotremor dengan pendekatan Horizontal-to Vertical Spectral Ratio (HVSR).
Analisis dilakukan pada 52 titik data mikrotremor menggunakan dua pendekatan spektral, yaitu Fast Fourier Transform (FFT) dan Hilbert–Huang Transform (HHT). FFT merupakan metode spektral konvensional, sedangkan HHT bersifat adaptif dan berbasis data melalui proses Empirical Mode Decomposition (EMD) dan Hilbert Spectral Analysis sehingga lebih sesuai untuk menganalisis sinyal mikrotremor yang non-stasioner.
Hasil FFT-HVSR menunjukkan frekuensi dominan 1.31–9.55 Hz, amplifikasi 2.22–4.26, dan Vs30 sebesar 332.93–494.90 m/s yang mengindikasikan jenis tanah keras (SC) hingga tanah sedang (SD). Sementara itu, HHT-HVSR menghasilkan frekuensi dominan 1.12–13.88 Hz, amplifikasi 1.17–5.93, dan Vs30 sebesar 195.19–662.40 m/s dengan jenis tanah yang sama. Perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa FFT-HVSR merepresentasikan karakteristik situs yang relatif homogen dengan dominasi tanah keras di seluruh area, kecuali dua titik di bagian utara yang tergolong tanah sedang. Sebaliknya, HHT-HVSR mengidentifikasi variasi kondisi bawah permukaan dengan sebaran tanah sedang di bagian utara, tenggara, dan selatan, serta tanah keras yang tersebar di seluruh area namun lebih dominan di bagian tengah hingga barat daya.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | M. DAFFA NAUVAL (115220022-Penulis) Rahmawati Fitrianingtyas, S.Si., M.Sc (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Fast-Fourier Transform (FFT), Hilbert–Huang Transform (HHT), HVSR, Karakteristik Situs, Vs30 |
| Subjek: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 01:15 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 01:15 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47937 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
