Dina Tresnawati Pasaribu, . (2026) STUDI KOMPARASI PERILAKU PELINDIAN EMAS PADA BIJIH KADAR RENDAH BERTIPE LOW SULFIDATION MENGGUNAKAN UMPAN FRESH ORE DAN KONSENTRAT. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_116210008.pdf Download (281kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_116210008 (2).pdf Download (108kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_116210008 (2).pdf Download (92kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_116210008 (2).pdf Download (153kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_116210008 (2).pdf Download (137kB) |
|
|
Text
6_Fulltext_116210008 (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Harga emas di pasar dunia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan sehingga mendorong industri pertambangan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan bijih emas, khususnya pada bijih berkadar rendah yang semakin banyak ditambang. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui evaluasi rute proses pengolahan yang tepat berdasarkan karakteristik mineralogi bijih. Pada sistem endapan epithermal bertipe low-sulfidation, emas umumnya berasosiasi dengan mineral silika sehingga dapat mempengaruhi efektivitas proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja proses flotasi dalam meningkatkan kadar emas serta menganalisis perilaku pelindian sianida pada fresh ore dan konsentrat flotasi, serta membandingkan efisiensi teknis dan ekonomi dari kedua rute pengolahan tersebut.
Penelitian dilakukan melalui analisis karakteristik mineralogi, pengujian flotasi, serta pengujian pelindian menggunakan metode Intermitten Bottle Roll Test (IBRT) dan Diagnostic Leach Test (DLT). Analisis kinetika pelindian dilakukan menggunakan pendekatan Shrinking Core Model (SCM), sedangkan analisis statistik menggunakan desain percobaan faktorial 2² dengan variasi konsentrasi NaCN (300 ppm dan 600 ppm) serta persen padatan (35% dan 45%). Hasil analisis mineralogi menunjukkan bahwa bijih didominasi oleh mineral silika sebesar 81,4%, terutama kuarsa, dengan kandungan mineral sulfida sekitar 4%, yang mengindikasikan bahwa emas sebagian besar hadir sebagai inklusi dalam mineral silika sehingga memiliki aksesibilitas rendah terhadap proses pelindian.
Hasil pengujian flotasi menunjukkan bahwa proses tersebut meningkatkan kadar logam yang berasosiasi dengan mineral sulfida, namun peningkatan perolehan emas relatif terbatas. Hasil pelindian selama 24 jam menunjukkan bahwa fresh ore menghasilkan ekstraksi emas sebesar 54,83%, sedangkan konsentrat flotasi sebesar 45,35%. Analisis kinetika menunjukkan bahwa laju pelindian pada kedua sampel dikontrol oleh mekanisme ash layer diffusion control. Secara keseluruhan, pelindian langsung terhadap fresh ore memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan rute flotasi yang diikuti sianidasi, baik dari aspek teknis maupun ekonomi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dina Tresnawati Pasaribu (Penulis - 116210008) Frideni Yushandiana Putri G.F. (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Bijih emas kadar rendah, low-sulfidation, flotasi, sianidasi emas, kinetika pelindian. |
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Metalurgi |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 16:21 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 16:21 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47453 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
