Ima Rahmawati, . (2026) ANALISIS SPASIAL EMISI CO₂ DAN ESTIMASI SERAPAN KARBON PADA KEGIATAN HAULING PERTAMBANGAN EMAS DI KABUPATEN MURUNG RAYA, KALIMANTAN TENGAH. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_114210022_Ima Ramawati.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_114210022_Ima Rahmawati.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_114210022_Ima Rahmawati.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_1142100222_Ima Rahmawati.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_114210022_Ima Rahmawati.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_114210022_Ima Rahmawati.pdf Restricted to Repository staff only Download (28MB) |
Abstract
Aktivitas pertambangan berkontribusi signifikan terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK), terutama dari konsumsi bahan bakar B35 pada alat operasional Hauling. Namun, analisis neraca karbon yang terintegrasi secara spasial masih terbatas, menghambat perencanaan mitigasi efektif. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi emisi CO₂, menganalisis pola dispersi spasial, mengevaluasi metode serapan karbon, serta merumuskan arahan pengelolaan berbasis neraca karbon di Pit Bantian 6-4 PT. Indo Muro Kencana.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan inventarisasi emisi mengacu pada IPCC Tier 2 untuk akurasi faktor emisi spesifik. Dispersi spasial emisi dimodelkan menggunakan AERMOD dengan input meteorologi dan topografi lokal. Kapasitas serapan karbon dievaluasi melalui perbandingan komparatif antara metode regresi NDVI–AGB yang dikalibrasi lapangan dan pendekatan LULC–InVEST berbasis stok karbon nasional. Integrasi spasial kedua komponen dilakukan melalui overlay GIS untuk menentukan zonasi defisit serta ekses karbon yang dihitung secara agregat.
Hasil menunjukkan total emisi CO₂ sebesar 5.558,30 ton/tahun dengan dominasi sumber bergerak. Metode NDVI–AGB terbukti lebih representatif (RMSE 0,06) dibandingkan LULC–InVEST yang cenderung overestimasi. Neraca karbon spasial mengalami defisit signifikan sebesar -4.349,77 ton CO₂/tahun. Strategi mitigasi kombinasi transisi bahan bakar B35, B50, LNG dan reklamasi progresif berbasis spesies lokal diproyeksikan mencapai surplus karbon pada masing-masing BBM di tahun ke-18, ke-33, dan ke-40. Studi ini menyediakan roadmap implementatif menuju operasional pertambangan berketahanan iklim.
Kata kunci: Neraca Karbon Spasial, Emisi CO₂, Pertambangan Emas, Model AERMOD, Serapan Karbon.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Ima Rahmawati (Penulis-114210022) Sintha Prima Widowati Gunawan (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Neraca Karbon Spasial, Emisi CO₂, Pertambangan Emas, Model AERMOD, Serapan Karbon. |
| Subjek: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences Q Science > QE Geology S Agriculture > SD Forestry T Technology > T Technology (General) T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements T Technology > TL Motor vehicles. Aeronautics. Astronautics |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 17 Mar 2026 13:31 |
| Last Modified: | 17 Mar 2026 13:31 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47410 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
