Tiya Agustina Dwiyanti, . (2026) ANALISIS KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN, KEHUTANAN, DAN PERIKANAN PADA PEREKONOMIAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_135220040.pdf Download (81kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_135220040.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_135220040.pdf Download (694kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_135220040.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_135220040.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Fulltext_135220040.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi sektor strategis di Kabupaten Gunungkidul karena memberikan kontribusi tertinggi dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. PDRB sektor ini terus meningkat pada 2019-2024, namun jumlah tenaga kerjanya mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis keterkaitan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan pada sektor ekonomi lain di Kabupaten Gunungkidul; 2) Menganalisis tren jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tahun 2025-2030. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul dan Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupa data PDRB ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) tahun 2010 Kabupaten Gunungkidul tahun 2019-2024, tabel input-output Provinsi DIY tahun 2016, dan jumlah tenaga kerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Kabupaten Gunungkidul tahun 2019-2024. Metode pengambilan data berupa dokumentasi dan pencatatan. Tabel input-output Kabupaten Gunungkidul diperoleh menggunakan metode RAS. Teknik analisis data yang digunakan adalah keterkaitan ke depan dan belakang, serta analisis tren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Keterkaitan ke depan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Kabupaten Gunungkidul lebih besar daripada keterkaitan ke belakangnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor ini memiliki ketergantungan rendah terhadap sektor hulu namun berpengaruh besar terhadap sektor hilir. Output sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan banyak digunakan sebagai input oleh sektor ekonomi lain, terutama sektor industri pengolahan untuk melakukan kegiatan produksi; 2) Metode double exponential smoothing paling sesuai untuk meramalkan jumlah tenaga kerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Kabupaten Gunungkidul. Hasil peramalan metode ini menunjukkan tren peningkatan jumlah tenaga kerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hingga tahun 2030.
Kata kunci: analisis tren, keterkaitan ke belakang, keterkaitan ke depan, RAS.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | TIYA AGUSTINA DWIYANTI (Penulis - 135220040) DWI AULIA PUSPITANINGRUM (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | analisis tren, keterkaitan ke belakang, keterkaitan ke depan, RAS |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Agribisnis |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 06:20 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 06:20 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47373 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
