Yuninda Wulandari, . (2026) AN ANALYSIS OF THE INTENSIVE AND NON INTENSIVE COCOA (Theobroma cacao L.) CULTIVATION ON THE ABUNDANCE AND DIVERSITY OF ARTHROPODS IN GUNUNGKIDUL REGENCY, SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_134220069_Yuninda Wulandari.pdf Download (138kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_134220069_Yuninda Wulandari.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_134220069_Yuninda Wulandari.pdf Download (578kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_134220069_Yuninda Wulandari.pdf Download (147kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_134220069_Yuninda Wulandari.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
6_Fulltext_134220069_Yuninda Wulandari.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting yang dalam budidayanya sering dipengaruhi oleh keberadaan arthropoda. Sistem budidaya kakao intensif dan non-intensif diduga memengaruhi struktur komunitas arthropoda serta tingkat kerusakan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem budidaya kakao intensif dan non-intensif terhadap kelimpahan, keragaman, peran arthropoda, serta intensitas kerusakan tanaman kakao di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus 2025 pada lahan budidaya intensif dan non intensif menggunakan light trap, pitfall trap, sticky trap, dan sweep net. Data yang diamati meliputi jumlah individu, kelimpahan, peran arthropoda, indeks keragaman Shannon–Wiener, serta intensitas kerusakan pada daun, batang, dan buah kakao. Perbedaan kelimpahan dan intensitas kerusakan dianalisis menggunakan uji t, sedangkan efektivitas jenis perangkap dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan arthropoda berbeda signifikan pada bulan Agustus dengan rata rata intensif 242,25 dan non intensive 312,25. Komunitas arthropoda didominasi predator, terutama pada lahan non-intensif. Keragaman arthropoda pada kedua tipe lahan tergolong sedang yaitu antara 1,74 sampai 2,50. Kerusakan daun dan batang tidak berbeda signifikan sedangkan kerusakan buah berbeda signifikan. Helopeltis dominan pada lahan intensif dengan rata rata kerusakan 35,86% dan kutu putih pada lahan non-intensif dengan rata rata kerusakan 17,19%. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang tidak signifikan diakibatkan karena adanya faktor lain seperti fluktuasi musiman.
Kata kunci: Keanekaragaman arthropoda, kakao, perangkap
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Yuninda Wulandari (Penulis - 134220069) Mofit Eko Poerwanto (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Keanekaragaman arthropoda, kakao, perangkap |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 02:08 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 02:08 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47301 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
